Pendapatan Barito Pacific (BRPT) Melonjak 220% di 2025, Laba Bersih Capai Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) pertumbuhan signifikan pendapatan sebesar US$ 7,63 miliar pada 2025, meningkat 220% secara tahunan. Kenaikan ini picu lompatan laba bersih setelah pajak dari US$ 123 juta menjadi US$ 1,61 miliar.
Penyumbang utama pendapatan berasal dari segmen bisnis petrokimia dengan total US$ 7,02 miliar. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BRPT naik dari US$ 56 juta pada 2024 menjadi US$ 490 juta pada 2025.
Direktur Utama Barito Pacific (BRPT) Agus Pangestu mengatakan bahwa kinerja tersebut mencerminkan keberlanjutan transformasi dan pertumbuhan BRPT. Pertumbuhan tersebut juga didukung peningkatan skala usaha serta disiplin operasional yang diterapkan perseroan.
Baca Juga
Pasokan Bahan Baku Tersendat Akibat Perang Iran, Saham TPIA dan BRPT Anjlok!
“Pencapaian ini mencerminkan keunggulan dari terintegrasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur, yang didukung oleh eksekusi yang disiplin, operasional yang tangguh, serta posisi keuangan yang solid,” ujar Agus dalam penjelasan resminya di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Sepanjang 2025, dia mengatakan, emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini terus menjalankan berbagai rencana strategis, termasuk ekspansi ke kawasan regional, integrasi lebih lanjut di sektor kimia, serta penguatan portofolio energi terbarukan.
Kinerja 2025 juga ditopang oleh keberhasilan integrasi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (ACE) yang memperkuat pendapatan dan posisi regional, serta kontribusi dari Barito Renewables melalui peningkatan kapasitas, output, dan efisiensi biaya.
Di sektor kimia hilir, Barito Pacific (BRPT) memperkuat posisi melalui akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals yang kini berganti nama menjadi Aster Polymer Solutions (APS). Fasilitas HDPE berkapasitas 400 KTA tersebut memberikan nilai tambah sekaligus memperluas jaringan pemasaran di Asia Tenggara, Tiongkok, dan Australia.
Baca Juga
BRPT Genjot Energi Terbarukan & Petrokimia, Potensi Cuan Bisa di Atas 43%
Selain itu, pembangunan pabrik CA-EDC di Cilegon telah melampaui 50% penyelesaian dan tetap berjalan sesuai rencana dengan target mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027, sebagai bagian dari upaya menuju kemandirian industri kimia nasional.
Barito Pacific (BRPT) juga terus memperkuat kapabilitas infrastruktur dan logistik melalui ekspansi portofolio CDI Group. Sementara itu, Barito Renewables mencatat pencapaian operasional penting, termasuk penyelesaian retrofit dan binary Salak (24,3 MW) serta kemajuan retrofit Wayang Windu, yang mendukung target kapasitas geothermal lebih dari 1 GW pada akhir 2026.
Baca Juga
Emiten Prajogo Pangestu Terpuruk Ytd, PTRO Ambles 58% dan BREN Jadi Beban IHSG
Memasuki 2026, BRPT menyatakan berada pada posisi yang solid, didukung oleh kinerja operasional yang tangguh serta kontribusi awal dari berbagai inisiatif strategis, termasuk integrasi dan pertumbuhan Chandra Asri.
Di tengah dinamika kondisi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik, perseroan tetap mempertahankan optimisme yang berhati-hati dengan mengandalkan platform bisnis terintegrasi, eksekusi yang disiplin, serta portofolio yang terdiversifikasi sebagai landasan menjaga keberlanjutan kinerja ke depan.

