Barito Pacific (BRPT) Umumkan Kinerja, Laba Atribusi Entitas Induk Melesat 116,31%, tapi Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Pacific Tbk (BRPT), emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, membukukan lonjakan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 116,31% menjadi US$ 56,48 juta pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 26,11 juta.
Sebaliknya kinerja saham emiten BRPT justru tenggelam sepanjang tahun 2024. Saham emiten grup ini anjlok dari Rp 1.327 menjadi Rp 920 atau terjadi penurunan signifikan lebih adri 42%.
Pertumbuhan laba tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan yang justru melemah 13,5% menjadi US$ 2,38 triliun. Manajemen BRPT menyebutkan bahwa penurunan pendapatan tersebut dipicu atas pemeliharaan terjadwal (turnaround maintenance/TAM) di kompleks petrokimia persroan, gangguan kondisi pasokan, hingga permintaan global.
Baca Juga
Harga 'Nyungsep' Parah, Prajogo Pangestu Turun Gunung Borong Saham Barito Pacific (BRPT)
“Meskipun mengalami penurunan pendapatan, perseroan berhasil catatkan EBITDA 2024 senilai US$ 570 juta, sedikit lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Angka ini lebih rendah seiring dengan tetap stabilnya operasional segmen energi kami,” ujar Dirut BRPT Agus Pangestu dalam penjelasan resminya di Jakarta, Senin (17/3/2025).
Perseroan juga mencatatkan peningkatan margin EBITDA menjadi 23,9% pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebnyak 21,4%. Sedangkan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan meningkat menjadi US$ 123 juta.
Laba atribusi tersebut terdiri atas atribusi kepada pemilik entitas induk senilai US$ 56,48 juta dan sisanya kepentingan non pengendali sebanyak US$ 66,41 juta. Angka tersebut menunjukkan masing-masing peningkatan US$ 26,11 juta dan US$ 73,66 juta.
Agus menambahkan, BRPT mencatatkan pengelolaan modal yang baik ditunjukkan rasio utang bersih terhadap ekuitas yang stabil di 0,72x dan rasio utang terhadap modal yang sehat di 52,5% pada akhir 2024. “Posisi keuangan yang kuat ini memberikan fondasi yang kokoh untuk mendukung rencana ekspansi kami. Ke depan, strategi ekspansi perseroan untuk pertumbuhan berkelanjutan dengan mengubah tantangan menjadi peluang,” ungkapnya.
Baca Juga
IHSG Bisa Lanjutkan Penurunan Hari Ini, Sedangkan SSIA dan MBMA Layak Dilirik
Hingga kini, pabrik Chlor Alkali – Ethylene Dichloride (CA-EDC) Chandra Asri Group di Cilegon telah ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, CSPA untuk akuisisi Shell Chemical and Industrial Park (SECP) juga telah dilakukan sebagai langkah transformatif untuk memperkuat posisi perseroan sebagai pemain utama di industri kimia regional.
Sedangkan pada sektor energi, dia mengatakan, BRPT mengumumkan penyelesaian tambahan kapasitas pembangkit binary sebesar 16.6 MW. Langkah ini semakin memperkuat komitmen perseroan dalam mendukung transisi energi Indonesia, sekaligus meningkatkan ketahanan energi dan keberlanjutan untuk masa depan.

