Emiten Prajogo Pangestu Terpuruk Ytd, PTRO Ambles 58% dan BREN Jadi Beban IHSG
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id –Harga saham sejumlah emiten milik Prajogo Pangestu mengalami penurunan signifikan sepanjang 2026 berjalan atau year to date (ytd). Bahkan, beberapa saham tersebut masuk dalam jajaran utama penekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan terdalam dicatatkan oleh saham PT Petrosea Tbk (PTRO) yang merosot lebih dari 58% menjadi Rp4.680. Harga tersebut juga telah turun drastis dari level tertingginya Rp13.000 pada 15 Januari 2026.
Baca Juga
Barito Renewables (BREN) Optimistis 1 GW di 2026, tapi Sahamnya masih Anjlok
Pelemahan signifikan berikutnya terjadi pada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang terkoreksi lebih dari 55% menjadi Rp1.435 sepanjang tahun berjalan. Saham ini sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi Rp4.530 pada 13 Oktober 2025.
Penurunan berikut dicatatkan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dengan pelemahan lebih dari 52% menjadi Rp 815 sepanjang ytd. Bahkan, harga CDIA telah turun drastis dari level tertingginya tahun ini Rp 2.450.
Selanjutnya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun lebih dari 46% menjadi Rp1.230. Harga tersebut juga telah merosot dari posisi tertinggi Rp2.870 yang tercatat pada 5 Desember 2025.
Baca Juga
Pasokan Bahan Baku Tersendat Akibat Perang Iran, Saham TPIA dan BRPT Anjlok!
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga mengalami pelemahan lebih dari 32% menjadi Rp6.575 sepanjang ytd. Penurunan ini turut menyeret kapitalisasi pasar perseroan hingga berada di bawah Rp1.000 triliun. Dalam setahun terakhir, saham BREN sempat mencapai harga tertinggi Rp10.725.
Sementara itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah lebih dari 19% menjadi Rp5.750 sepanjang 2026 berjalan. Harga saham ini juga telah turun signifikan dari level tertingginya Rp10.675 dalam setahun terakhir.
Pemberat IHSG
Berdasarkan data BEI, saham BREN tercatat sebagai pemberat utama IHSG sepanjang tahun ini dengan kontribusi penurunan sebesar 115,67 poin. Posisi berikutnya ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menyumbang penurunan 111,3 poin, disusul BRPT dengan kontribusi 105,25 poin terhadap pelemahan indeks.
Baca Juga
Lonjakan Harga Minyak Seret Wall Street ke Level Terendah 2026, Dow Ambles Lebih 700 Poin
Selain itu, saham CUAN juga tercatat menjadi salah satu pemberat IHSG dengan kontribusi penurunan sebesar 44,62 poin sepanjang tahun ini.
Sejalan dengan penurunan drastis tersebut, kapitalisasi pasar (market cap) BREN telah anjlok menjadi Rp 879,64 triliun, meski demikian BREN tetap menduduki market cap terbesar di BEI. Selanjutnya market cap TPIA anjlok menjadi Rp 497 triliun.
Begitu juga dengan market cap saham CUAN telah anjlok menjadi Rp 138 triliun, BRPT menjadi Rp 134 triliun, CDIA tergerus menjadi Rp 101 triliun, dan PTRO tersisa Rp 47 triliun.

