Laba Atribusi Barito Pacific (BRPT) Naik, Manajemen Ungkap Peluang hingga Akhir 2024
JAKARTA, investortrust.id – Laba bersih yang dapat diatribusikan emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melesat 13,3% menjadi US$ 34 juta pada semester I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 30 juta.
Kenaikan berbanding terbalik dengan penurunan pendapatan dari US$ 1,37 miliar menjadi US$ 1,15 miliar. Penurunan pendapatan dipicu atas penurunan penjualan petromikia sebanyak 19,4% menjadi US$ 866 juta, energi turun 2,4% menjadi US$ 290 juta, dan bisnis lainnya stagnan US$ 3 juta.
Faktor utama penopang pertumbuhan laba adalah penurunan beban pokok pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan penurunan pendapatan. Hal ini menjadikan margin laba kotor perseroan naik dari 20,72% menjadi 21,11%.
Baca Juga
Bagikan Saham Bonus, Kepemilikan Prajogo hingga Manajemen makin Besar di Barito Pacifik (BRPT)
“Kinerja semester I-2024 perseoran mencerminkan kombinasi antara optimisme yang penuh kewaspadaaan dan tantangan yang berkelanjutan di sektor petrokimia global. Meskipun terjadi gejolak yang besar, kami terus menunjukkan ketahanan yang baik dan terus melanjutkan rencana ekspansi yang terlihat dari progres pertumbuhan organik dan serangkaian akuisisi untuk mendukung pertumbuhan ke depan,” ungkap Dirut BRPT Agus Pangestu dalam penjelasan resminya di Jakarta, kemarin.
Terkait penurunan pendapatan semester I-2024, dia mengungkapkan, didorong oleh volatilitas harga sektor petrokimia global disertai dengan turnaround maintenance (TAM) terjadwal di kompleks petrokimia perseroan yang berimbas terhadap penurunan volume penjualan secara keseluruhan, serta pemeliharaan di salah satu unit operasi panas bumi perseroan.
Meskipun fluktuasi pasar berlanjut, Dia melanjutkan, perseroan berhasil menunjukkan ketahanan dengan profil likuiditas yang terjaga untuk dapat terus mendukung ekspansi yang sedang berlangsung dan membuka peluang pertumbuhan anorganik. Rasio utang bersih terhadap ekuitas stabil pada 0,73 kali sebagai cerminan komitmen manajemen dalam menjaga profil keuangan yang sehat di tengah rencana ekspansi.
Baca Juga
Prajogo Pangestu Turun Gunung Borong Saham BRPT, Signal Naik?
Terkait bisnis panas bumi melalui anak ushanya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dia mengatakan, akan terus meningkatkan kapasitas aset panas bumi melalui program retrofit dan penambahan unit baru. BREN juga akan mengembangkan aset panas bumi greenfield di Hamiding dan Suoh Sekincau, serta mengembangkan Sidrap 2 dengan target tender pada paruh kedua tahun 2024.
Grafik Saham BRPT

