IHSG Ditutup Melesat 0,71% Dikerek Saham Emiten Prajogo Pangestu BREN, PTRO, dan CDIA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/7/2025), ditutup melesat sebanyak 49,71 poin (0,71%) menjadi 7.097,15. Kenaikan ini ditopang lompatan harga saham emiten Prajogo Pangestu hingga mencatatkan auto reject atas (ARA). Sebaliknya saham emiten bank papan atas menjadi pemberat bursa. IHSG bergerak dalam rentang 7.047-7.236 dengan nilai transaksi melesat menjadi Rp 18,10 triliun.
Kenaikan saham emiten Prajogo paling pesat dicatatkan saham BREN dengan kenaikan hingga ARA sebanyak 19,67% menjadi Rp 7.300, PTRO juga ARA sebanyak 24,76% menjadi Rp 3.980, CDIA melesat ARA 25% menjadi Rp 500 atau telah naik sampai ARA dalam empat hari beruntun.
Baca Juga
Bebas dari Perlakuan Khusus, Ini Saham Prajogo Pangestu Paling Berpeluang Masuk MSCI
Selanjutnya saham BRPT melesat 16,67% menjadi Rp 2.100. Satu-satunya saham emiten Prajogo Pangestu dengan penguatan paling tipis dicatatkan saham TPIA sebanyak 2,30% menjadi Rp 10.025. Saham TPIA bergerak anomali saat saham grupnya melesat dan anak usahanya CDIA yang cetak ARA dalam empat hari beruntun sejak listing di bursa.
Penguatan ARA juga melanda saham PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) melesat 24,85% menjadi Rp 422, PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) naik 24,66% menjadi Rp 2.730, PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) melesat 24,62% menjadi Rp 486, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menguat 24,59% menjadi Rp 304, PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) cetak ARA 25% menjadi Rp 290, dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) naik sebanyak 24,93% menjadi Rp 2.330.
Sedangkan dari sisi sectoral, kenaikan indeks hanya ditopang empat sektor saham berikut, yaitu saham sektor infrastruktur melambung 4,22%, sektor energi naik 3,57%, sektor material dasar menguat 2,19%, dan sektor kesehatan naik 0,70%. Sisanya membukukan penurunan, terbesar saham sektor keuangan 1,56%, sektor konsumer primer 1,78%, dan sektor industry melemah 0,28%.
Baca Juga
Saham Perbankan Sesi I Hari Ini Mendadak Anjlok Dipimpin BMRI, Ada Apa?
Sebaliknya lima saham dengan penurunan paling dalam hari ini, yaitu saham MFIN turun 14,79% menjadi Rp 1.210, CLAY melemah 14,97% menjadi Rp 710, IOTF turun 14,41% menjadi Rp 101, AKPI turun 13,97% menjadi Rp 585, dan SHID turun 12,54% menjadi Rp 1.015.
Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil ditutup melesat sebanyak 182,24 poin (2,65%) menjadi 7.047,43. Kenaikan harga juga diimbangi dengan peningkatan rata-rata nilai transaksi harian saham lebih dari Rp 10 triliun. Kenaikan tersebut ditopang listing delapan saham baru setelah 6 saham berhasil mencatat kenaikan harga pesat hingga auto reject atas (ARA) pekan ini.
Baca Juga
Adhi Karya (ADHI) Pasang Hybrid Wind Tree Pertama di Indonesia
Penguatan tersebut juga ditopang penguatan pesat lima saham kapitalisasi pasar jumbo berikut, yaitu kenaikan sebanyak 5,72% saham BBRI, sebanyak 4,85% saham BMRI, sebanyak 16,13% saham BRPT, sebanyak 7,02% saham BREN, dan sebanyak 3,8% saham TLKM. Kenaikan juga ditopang penguatan seluruh sektor saham, terbesar saham sektor infrastruktur naik 6,51%, sektor keuangan 3,30%, sektor energi 3,85%, sektor material dasar 3,23%, dan sektor property 3%.
Meski IHSG mencatatkan lompatan hingga berada di atas level 7.000, pemodal asing terpantau masih melanjutkan aksi penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,87 triliun. Nilai net sell tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan pekan lalu sebanyak Rp 2,77 triliun.

