Barito Renewables (BREN) Optimistis 1 GW di 2026, tapi Sahamnya masih Anjlok
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Renewables Tbk (BREN), melalui anak usahanya Star Energy Geothermal, resmi merampungkan penambahan kapasitas pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu Unit 1 dan Unit 2. Adapun target kapasitas terpasang pembangkit panas bumi perseroan tahun ini optimistis mencapai 1 GW.
Sebaliknya kinerja saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu (BREN) ini justru jatuh parah sepanjang year to date (ytd) 2026. BREN anjlok sebanyak 20,47% dari level penutupan akhir tahun lalu Rp 9.525 menjadi Rp 7.575 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.
Penyesaian kapasitas Wayang Windu Unit 1 dan 2 ini merupakan bagian dari rencana pertumbuhan strategis perusahaan untuk memperkuat posisi sebagai salah satu raksasa energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Saat penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di BEI pada Oktober 2023, kapasitas BREN baru mencapai 886 MW dan kini telah mencapai 926 MW setelah serangkaian retrofitting dan unit Salak binary sebesar 40 MW.
Baca Juga
IHSG Akhrinya Jatuh ke Level 7.939, Sebaliknya Saham MPOW dan RMKO Cetak ARA
Manajemen BREN menyebutkan salah satu poin krusial dalam ekspansi ini adalah tercapainya commercial operation date (COD) yang lebih cepat dari target. Rata-rata penyelesaian proyek tercapai sekitar 20 hari lebih awal dari jadwal masing-masing unit.
Presiden Direktur Barito Renewables (BREN) Hendra Soetjipto Tan menyatakan bahwa keberhasilan ini menunjukkan koordinasi yang kuat dan disiplin pelaksanaan proyek. "Kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk merealisasikan target 1 GW kapasitas terpasang panas bumi. Hal ini menjadi tahapan penting bagi kami dalam mengantarkan energi baru terbarukan untuk Indonesia," ujarnya dalam siaran pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/3/2026).
Baca Juga
Terkait proyek retrofit di awal 2026 ini mencakup peningkatan komprehensif pada komponen utama unit 1 dan unit 2 pada PLTP Wayang Windu. Di antaranya, penggantian rotor turbin uap, diafragma, peralatan bantu, serta pengerjaan lainnya di Unit 1. Adapun unit 2 melalui penggantian rotor turbin uap, diafragma, komponen internal menara pendingin, dan lainnya.
Target 1 GW
Sepanjang tahun 2025, BREN telah memproduksi listrik sebesar 6,885 GWh dari panas bumi. Untuk mengejar target 1 GW pada akhir 2026, beberapa proyek saat ini sedang berjalan dan ditargetkan rampung akhir tahun ini.
Proyek tersebut terdiri atas Salak Unit 7 dengan Pembangunan unit baru sebesar 40 MW. Wayang Windu Unit 3 dengan penambahan kapasitas 30 MW. Selanjutnya Darajat Unit 3 dengan penambahan kapasitas 7 MW.
Baca Juga
Pengendali Prajogo kembali Tambah Saham Barito Renewables (BREN)
“Dengan tuntasnya proyek-proyek tersebut, BREN diproyeksikan mengoperasikan 1 GW kapasitas panas bumi serta 79 MW kapasitas tenaga bayu pada akhir tahun 2026,” tulisnya.
Hendra menambahkan bahwa langkah ini selaras dengan upaya Indonesia menuju net zero emissions. "Ekspansi kami mencerminkan keyakinan bahwa energi panas bumi dan angin merupakan pilar fundamental masa depan energi bersih Indonesia dengan menyediakan pasokan listrik baseload yang andal," terangnya.

