4 Saham Emiten Prajogo Pangestu Ini Berlomba-lomba Torehkan Cuan Berlimpah, Sebaliknya TPIA justru Terpuruk. Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Hampir seluruh saham emiten Prajogo Pangestu mencatatkan penguatan harga yang mengesankan dalam sebulan terakhir atau hingga perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (7/1/2024). Bahkan, dua sahamnya berhasil bangkit hingga ditransaksikan di atas level Rp 10 ribu per saham.
Sebaliknya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) justru mencatatkan kinerja yang mengenenaskan dalam sebulan terakhir. Saham TPIA justru konsisten mencatatkan penurunan berhari-hari selama sebulan terakhir.
Berdasarkan data perdagangan saham Bura Efek Indonesia (BEI), penguatan tertinggi saham emiten Prajogo Pangestu dalam sebulan terakhir dicatatkan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan kenaikan sebanyak 66,89% menjadi Rp 12.175.
Baca Juga
Saham Barito Renewables (BREN) kembali ke Atas Rp 10.000, Kekayaan Prajogo Pangestu Jadi Segini
Kenaikan harga mengesankan selanjurnya dicatatkan saham PT Barito Renwables Energy Tbk (BREN) sebanyak 23,96% menjadi Rp 10,475, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) melesat 12,82% menjadi Rp 2.720, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat sebanyak 5,82% menjadi Rp 1.000.
Kondisi berbeda dicatatkan saham TPIA yang justru anjlok dalam mencapai 18,86% menjadi Rp 6.775. Harga tersebut kian jauh dari level tertinggi sepanjang masa Rp 11.225 pada 7 Agustus 2024.
Berdasarkan sejumlah faktor penurunan harga saham TPIA tersebut dipengaruhi atas berakhirnya penerapan kebijakan harga gas bumi tertentu (GHBT) untuk 7 sektor industry sampai 31 Desember 2024. Saat ini, pelaku industry masih menunggu kepastian dari kelanjutan penerapan kebijakan HGBT.
Baca Juga
Ekspansi Pelayaran, Anak Usaha Chandra Asri (TPIA) Beli 4 Kapal
Berlanjutnya penurunan harga saham tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) TPIA lanjutkan penurunan menjadi Rp 586 triliun. Kini, TPIA menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar keenam, dibandingkan sebelumnya sempat menduki peringkat tiga di BEI.
Terkait kinerja keuangan hingga kuartal III-2024, TPIA mencatatkan rugi bersih periode berjalan membengkak hampir 200% menjadi US$ 59,49 juta, dibandingkan rugi periode sama tahun lalu US$ 19,85 juta.
Emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini dalam menyebutkan bahwa pembengkakan rugi bersih tersebut sejalan dengan kejatuhan pendapatan perseroan dari US$ 1.66 miliar menjadi US$ 1.23 miliar.
Baca Juga
Penurunan tersebut memicu laba kotor anjlok dari US$ 65.13 juta menjadi US$ 27,63 juta. Begitu juga dengan rugi sebelum pajak melonjak dari semulai US$ 19,85 juta menjadi US$ 58,49 juta.
Hingga kini, Chandra Asri (TPIA) bersama dengnan mitranya Glencore Plc tengah memproses akuisisi Shell Energy and Chemicals Park (SECP) Singapura. Penuntasan transaksi tersebut awalnya ditargetkan tuntas akhir tahun 2024, namun hingga awal 2025 belum terungkap perkembangan lebih lanjut.
Grafik Saham Emiten Prajogo Pangestu

