Pemulihan Pangsa Pasar Unilever (UNVR) masih Berjalan Lambat, Target Harga Saham Dipangkas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) belum menunjukkan pemulihan pangsa pasar signifikan, meski berhasil mencatatkan kenaikan kinerja selama dua kuartal berturut-turut. Pemulihan yang berjalan lambat mendorong target harga saham emiten consumer ini direvisi turun.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terbarunya memangkas turun target harga saham UNVR dari semula Rp 3.200 menjadi Rp 2.700 dengan rekomendasi tetap dipertahankan beli. Target harga tersebut merefleksikan multiple price to earnings (PE) menggunakan -0,5 standar deviasi dari rata-rata tiga tahun sebesar 23,6 kali. Saat ini, saham UNVR diperdagangkan dengan PE sebanyak 19,9 kali untuk tahun 2026.
Baca Juga
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Christy Halim mengatakan, penyesuaian target harga saham UNVR dilakukan, seiring belum terlihatnya pemulihan pangsa pasar yang signifikan. Meski kinerja keuangan perseroan pada kuartal IV-2025 menunjukkan perbaikan dengan mencatat dua kuartal berturut-turut pemulihan volume, pemulihan pangsa pasar yang berarti untuk mendorong penyesuaian asumsi valuasi belum tampak.
“Ke depan, kami memperkirakan momentum pertumbuhan kinerja diprediksi tetap berlanjut tahun ini. Prospek tersebut didukung oleh implementasi inisiatif transformasi yang mulai memberikan dampak serta potensi efisiensi biaya yang berpeluang mendorong ekspansi margin perseroan,” tulis riset tersebut.
Terkait kinerja UNVR tahun 2025, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, menunjukkan pemulihan volume yang berlanjut, meski laba inti masih berada di bawah ekspektasi. Pendapatan naik sebanyak 17,5% secara tahunan (yoy), terutama ditopang kenaikan volume 12,4% dan kenaikan average selling price (ASP) sebesar 4,8%. Namun, margin kotor turun menjadi 41,1% akibat tingginya biaya transformasi.
Baca Juga
Didukung Divestasi Bisnis Es Krim, Laba Unilever (UNVR) Melesat 127% di 2025
Secara kumulatif, pendapatan tahun 2025 tumbuh 4,3% yoy (tidak termasuk kontribusi bisnis es krim dan teh Sariwangi yang telah dihentikan). Laba bersih melonjak 126,8% yoy setelah adanya keuntungan divestasi satu kali sebesar Rp 3,8 triliun dari bisnis es krim dan laba operasi yang dihentikan. Namunl aba inti (core) hanya tumbuh 14,2% yoy, lebih rendah dari estimasi.
Memasuki tahun ini, BRI Danareksa Sekuritas, UNVR menargetkan pertumbuhan pendapatan melampaui industri yang ditopang pertumbuhan volume. Pendapatan perseroan diperkirakan tumbuh 5,8% pada 2026 dan 6,5% pada 2027 atau lebih rendah dari perkiraan semula. Pertumbuhan volume campuran diproyeksikan meningkat dari 1,2% pada 2025 menjadi 2,9% pada 2026.

