Kinerja Mengecewakan! Target Saham Unilever (UNVR) Dipangkas hingga Direkomendasikan Jual
JAKARTA, investortrust.id – Penurunanan laba bersih PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebanyak 28,15% dari Rp 4,18 triliun menjadi Rp 3 triliun hingga kuartal III-2024 meleset dari perkiraan sejumlah analis.
Hal ini mendorong sejumlah analis merevisi turun target harga saham UNVR. Di antaranya, BRI Danareksa Sekurtias memangkas target harga saham UNVR menjadi Rp 2.200 dengan rekomendasi jual.
Penurunan kinerja keuangan perseroan dipengaruhi atas penurunan penjualan, margin keuntungan melorot, hingga kenaikan beban operasional. Hal ini membuat laba bersih perseroan terus tertekan.
Baca Juga
Bos Unilever (UNVR) Ungkap Penyebab Laba Anjlok 28% di Kuartal III-2024
Pemangkasan target harga saham UNVR juga datan gdari Bahana Sekuritas. Analis Bahana Christine Natasya memangkas turun target harga saham UNVR dari Rp 3.600 menjadi Rp 2.150 dengan rekomendasi sell. Sedangkan pada perdagangan intraday sesi II Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/10/2024), saham UNVR telah anjlok 7,73% menjadi Rp 2.150.
“Pemangkasan target harga tersebut menggambarkan berlanjutnya pelemahan laba bersih perseroan. Bahkan, laba kuartal III-2024 tercatat yang terendah dalam 18 tahun terakhir,” tulis riset tersebut.
Manajemen UNVR dalam laporan kinerja keuangan sebelumnya menyebutkan bahwa penurunan laba tersebut sejalan dengan pelemahan penjualan bersih sebesar 10,12% menjadi Rp 27,4 triliun dari yang sebelumnya Rp 30,5 triliun. Kemudian EBITDA tercatat menurun 25,70% menjadi Rp 4,58 triliun hingga akhir September.
Baca Juga
Unilever (UNVR) masih Terjebak Kompetisi Sengit, Potensi Kebangkitan Sahamnya belum Tampak
Direktur Utama UNVR Benjie Yap sebelumnya mengatakan, dari hasil kinerja tahun yang berjalan terlihat bahwa UNVR sedang menavigasi situasi penuh tantangan, dan memahami dengan jelas langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasinya.
“Sembari terus beradaptasi pada lanskap pasar yang terus berkembang pesat, kami tetap fokus menghasilkan inovasi yang berkualitas dan konsisten untuk konsumen kami,” kata Benjie Yap dalam paparan publik UNVR yang digelar secara daring Rabu, (23/10/2024).
Baca Juga
Laba Bersih Bank Raya Melejit 130,9% di Kuartal III Tahun 2024, Jadi Rp 33,9 Miliar
Meskipun menghadapi tantangan, Benjie menegaskan Perseroan masih terus mempertahankan pangsa pasar yang cukup kuat dengan tetap menjadi market leader di 13 kategori yang menunjukan bahwa produknya tetap menjadi pilihan konsumen.
Ia juga menjelaskan, UNVR terus memperkuat merek dan portofolio utama dengan meluncurkan produk dengan format yang baru. Serta melakukan transformasi pada distributive trade (DT) dan manajemen stok yang efektif.
Grafik UNVR

