UNVR Komitmen Bagikan Dividen 100% Tahun Buku 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menegaskan komitmennya mempertahankan kebijakan pembagian dividen dengan rasio pembayaran sebesar 100% pada tahun buku 2025.
“Kami tetap berkomitmen terhadap kebijakan dividen, dengan rasio pembayaran dividen sebesar 100%,” kata Presiden Direktur UNVR Benjie Yap dalam paparan publik secara daring, Kamis (12/2/2026).
Sebelumnya, UNVR telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 pada Desember 2025 sebesar Rp 3,3 triliun atau setara 99,07% dari total laba bersih sembilan bulan 2025, yang setara dengan Rp 87 per saham.
Baca Juga
Free Float di Bawah 15%, Unilever (UNVR) Tunggu Aturan Resmi OJK
Selain pembagian kepada pemegang saham, perseroan juga menerima tambahan dividen satu kali (one-time dividend) dari hasil bersih pelepasan bisnis Ice Cream dan Sariwangi.
“Selain kepada para pemegang saham, kami juga menerima dividen satu kali (one-time dividend) dari hasil bersih pelepasan bisnis Ice Cream dan Sariwangi,” ujar Benjie.
Dari sisi kinerja, UNVR mencatat lonjakan laba lebih dari 127% menjadi Rp 7,64 triliun pada 2025 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,36 triliun. Penyumbang utama kenaikan laba tersebut berasal dari laba penjualan operasional yang dihentikan.
Baca Juga
Lebaran Datang Lebih Awal, Kinerja Unilever(UNVR) Diproyeksi Kinclong di Kuartal II-2026
Meski demikian, manajemen memperkirakan pertumbuhan pada awal 2026 akan menghadapi tekanan musiman. Pergeseran waktu perayaan Idul Fitri yang lebih awal dinilai berpotensi memengaruhi pola konsumsi masyarakat.
“Meskipun pertumbuhan pada kuartal pertama 2026 diperkirakan akan sementara melambat akibat waktu perayaan Idul Fitri yang lebih awal, yang memindahkan pola belanja konsumen ke kuartal sebelumnya, dampak ini bersifat musiman dan tidak mencerminkan momentum bisnis yang mendasar,” kata Benjie.
Baca Juga
Ia menambahkan, pergeseran waktu tersebut diperkirakan mengurangi pertumbuhan kuartal pertama 2026 sekitar 3%, namun akan meningkatkan pertumbuhan kuartal kedua sebesar 3% pada tahun 2026.
Kendati terdapat potensi perlambatan jangka pendek, perseroan tetap optimistis terhadap prospek bisnis ke depan. “Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak,” tambah Benjie.

