Unilever (UNVR) Bagikan Dividen Interim, Ternyata Target Harga Sahamnya masih Menarik
JAKARTA, investortrust.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan pembagian dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp 3,30 triliun atau setar adengan Rp 87 per saham. Dividen ini telah diputuskan direksi dan telah disetujui dewan Komisaris pada 4 Desember 2025.
Pembagian dividen tersebut didasarkan atas laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan mencapai Rp 3,33 triliun hingga kuartal III-2025. Saldo laba ditahan mencapai Rp 3,45 triliun dan total ekuitas mencapai Rp 3,35 triliun.
Baca Juga
BEI Unsuspensi Saham KDTN dan ROCK, Penguatan Bakal Berlanjut?
Sedangkan jadwal pembagian dividen tersebut ditetapkan Cum Dividen di Pasar Reguler & Negosiasi 12 Desember 2025 dan Cum Dividen di Pasar Tunai 16 Desember 2025. Dividen tersebut akan disalurkan kepada pemegang saham pada 30 Desember 2025.
Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan dalam riset yang diterbitkan belum lama ini bahwa UNVR mencatatkan pemulihan kinerja yang kuat pada kuartal III-2025. Hal ini ditunjukkan kenaikan pertumbuhan penjualan sebanyak 12,4% secara tahunan (yoy) disertai lonjakan laba bersih hingga 117,2% yoy pada periode ini.
Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan volume penjualan di seluruh segmen usaha. Pada segmen Home & Personal Care (HPC), penjualan domestik tercatat tumbuh 14,7% yoy dengan volume meningkat 11,4% pada kuartal III-2025, berbanding terbalik dengan penurunan volume pada kuartal sebelumnya. Begitu juga dengan segmen Foods & Refreshment (F&R) juga mencatat pertumbuhan penjualan domestik 9,4% yoy dengan peningkatan volume 8,5%.
Baca Juga
Unilever (UNVR) Optimistis Pertahankan Lonjakan Laba di Kuartal IV-2025
“Kinerja kuat tersebut mencerminkan perbaikan sentimen konsumen dan permintaan domestik, sekaligus menunjukkan hasil dari efisiensi operasional dan pengendalian biaya yang lebih disiplin. Perusahaan disebut tengah berada pada fase titik balik pemulihan setelah periode tekanan sejak kuartal IV-2023,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Christy Halim dalam riset.
Begitu juga dengan target harga saham UNVR direvisi naik dari semula Rp 1.750 menjadi Rp 3.200 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Revisi naik tersebut juga mempertimbangkan rasio dividen mencapai 100% atau potensi yield sekitar 6,9% dan potensi tambahan dari proses divestasi bisnis es krim.

