Unilever (UNVR) Tegaskan Komitmen Bagikan Dividen 100% dari Laba 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menegaskan komitmennya untuk membagikan seluruh laba bersih tahun 2025 sebagai dividen kepada pemegang saham. Dengan demikian, rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) perseroan untuk tahun buku 2025 diproyeksikan mencapai 100%.
Direktur Keuangan Unilever Indonesia, Neeraj Lal, menyatakan bahwa kebijakan pembagian dividen penuh akan tetap dipertahankan. “Kami berkomitmen memberikan 100% laba kepada pemegang saham dan tetap akan membagikan dividen tahun depan, sebagaimana komitmen kami tahun ini,” ujar Neeraj dalam paparan publik di Kantor Pusat Unilever, BSD, Tangerang, Rabu (15/10/2025).
Baca Juga
Unilever (UNVR) Tunjuk Hendri Widiarta Sebagai Direktur SDM Baru Usai Pangkas 480 Karyawan
Sepanjang paruh pertama 2025, Unilever mencatat laba bersih Rp 2,2 triliun, turun 12,6% secara tahunan (yoy), dengan penjualan mencapai Rp 18,2 triliun atau turun 4,4% (yoy). Meski demikian, merek-merek yang mewakili 55% portofolio produk perusahaan tetap mencatatkan pertumbuhan positif, mencerminkan penerimaan konsumen yang kuat dan ketangguhan bisnis perseroan.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menyebutkan bahwa fundamental bisnis perusahaan kini semakin solid. “Langkah tegas dan inisiatif strategis yang kami ambil untuk menghadapi tantangan operasional mulai membuahkan hasil nyata,” ujarnya.
Manajemen optimistis kinerja akan kembali tumbuh mulai kuartal III-2025 sesuai dengan proyeksi perusahaan. “Kami akan terus bertumbuh di kuartal III-2025 dan hasilnya akan kami umumkan pekan depan,” tambah Neeraj.
Baca Juga
Net Sell Berlanjut Rp 1,39 Triliun, Asing Obral Saham BBRI hingga WIFI
Sebagai catatan, Unilever sebelumnya membagikan 99,7% laba bersih tahun 2024 senilai Rp 3,35 triliun atau Rp 88 per saham. Dividen tersebut terdiri atas dividen interim Rp 1,56 triliun (Rp 41 per saham) dan dividen final Rp 1,79 triliun (Rp 47 per saham).
Benjie menegaskan bahwa kebijakan dividen tinggi menjadi bagian dari strategi menciptakan nilai jangka panjang. “Kami percaya bahwa mempertahankan pembayaran dividen yang tinggi, sejalan dengan kinerja keuangan jangka panjang, adalah kunci untuk menciptakan value berkelanjutan,” tuturnya.

