Net Sell Rp 1,48 Triliun, Asing Lepas BBCA hingga BUMI
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,48 triliun, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/2/2026), ditutup sebanyak 25,62 poin (0,31%) menjadi 8.265. Rentang pergerakan 8.220-8.334 dengan nilai transaksi Rp 21,93 triliun.
Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu BBCA sebanyak Rp 890,06 miliar, BUMI senilai Rp 525,81 miliar, DEWA mencapai Rp 256,51 miliar, PTRO sebanyak Rp 249,79 miliar, dan ANTM sebanyak Rp 123,95 miliar.
Baca Juga
SMF Siap Terbitkan Obligasi untuk Kejar Target Penyaluran FLPP 2025
Sebaliknya lima saham berikut torehkan penjualan bersih (net buy) terbanyak, yaitu saham SMMA sebanyak Rp 502,49 miliar, BMRI senilai Rp 338,15 miliar, TINS senilai Rp 154,92 miliar, CBDK mencapai Rp 114,32 miliar, dan INCO senilai Rp 61,54 miliar.
Terkait pelemahan indeks hari ini dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham sektor consumer non primer 0,60%, sektor consumer primer 0,92%, infrastruktur 0,44%, dan teknologi 0,12%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor material dasar 1,46%, sektor industry 0,13%, dan property 0,94%.
Baca Juga
Pemicu utama penurunan indeks datang dari pelemahan saham big cap berikut, seperti DSSA, MLPT, MORA, PANI, GGRM, hingga JSPT. Pelemahan juga dipicu atas penurunan saham TPIA, BREN, hingga BRPT.
Meski IHSG turun, sejumlah saham justru berhasil pertahankan penguatan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham LAPD catatkan ARA dengan kenaikan 34,55% menjadi Rp 148, ZATA menguat 32,98% menjadi Rp 125, JIHD naik 25% menjadi Rp 675, INDS menguat 25% menjadi Rp 1.775, ROCK melesat 24,74% menjadi Rp 2.420, SSTM naik 24,69% menjadi Rp 1.515, dan YPAS naik 24,77% menjadi Rp 680.

