Lebaran Datang Lebih Awal, Kinerja Unilever(UNVR) Diproyeksi Kinclong di Kuartal II-2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Benjie Yap memperkirakan pertumbuhan pada kuartal pertama 2026 akan sementara melambat akibat waktu perayaan Idulfitri yang datang lebih awal. Akan tetapi peningkatan pertumbuhan penjualan sebesar 3% diproyeksi akan terjadi pada kuartal II-2026.
"Pergeseran waktu ini diperkirakan akan mengurangi pertumbuhan kuartal pertama tahun 2026 sekitar 3%, tetapi akan meningkatkan pertumbuhan kuartal kedua sebesar 3% pada tahun 2026," kata Benjie dalam paparan publik secara daring, Kamis, (12/2/2026). Ia menjelaskan, pergeseran waktu Lebaran membuat pola belanja konsumen berpindah ke kuartal sebelumnya sehingga berdampak pada kinerja awal tahun ini.
"Meskipun pertumbuhan pada kuartal pertama 2026 diperkirakan akan sementara melambat akibat waktu perayaan Idulfitri yang lebih awal, yang memindahkan pola belanja konsumen ke kuartal sebelumnya, dampak ini bersifat musiman dan tidak mencerminkan momentum bisnis yang mendasar," imbuh Benjie.
Benjie menegaskan, meski ada efek jangka pendek, perseroan tetap optimistis terhadap arah bisnis ke depan seiring perbaikan struktural yang telah dijalankan sepanjang 2025. “Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak,” tambah Benjie.
Baca Juga
Didukung Divestasi Bisnis Es Krim, Laba Unilever (UNVR) Melesat 127% di 2025
Ia menekankan, fokus perseroan pada tahun 2026 tetap teguh pada pertumbuhan yang didorong oleh kualitas dan volume, bahkan melampaui tren pasar.
“Prioritas kami adalah tetap disiplin, terus meningkatkan kinerja merek-merek kami, dan memperkuat cara kami menjalankan strategi di setiap kanal. Prioritas kami adalah untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, bertanggung jawab, dan memberikan nilai nyata bagi masyarakat Indonesia di 2026 dan tahun-tahun mendatang," ungkap Benjie.
Secara kinerja keuangan, UNVR mengumumkan hasil kinerja keuangan yang telah diaudit untuk tahun 2025. Perseroan melaporkan penjualan bersih dari continuing operations atau operasi yang masih berjalan (tidak termasuk bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi) sebesar Rp 31,9 triliun atau meningkat 4,3% secara tahunan, sementara laba bersih sebesar Rp 3,5 triliun atau meningkat 21,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Perseroan terus membangun momentum positif, mencatatkan pertumbuhan kuat yang didorong oleh volume penjualan pada kuartal keempat, dan menutup tahun dengan pertumbuhan yang baik untuk penjualan domestik maupun ekspor. Kinerja ini mencerminkan langkah-langkah tegas yang diambil untuk memperkuat fondasi bisnis dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan," tegas Benjie.

