OJK: BEI Segera Revisi Aturan Free Float Saham Jadi 15%, Pelemahan IHSG Langsung Berkurang
JAKARTA, investrotrust.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerbitkan revisi aturan free float saham dari sebelumnya minimal 7,5% menjadi 15%.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, kebijakan tersebut akan diterapkan dengan prinsip transparansi yang jelas bagi emiten, termasuk pengaturan jangka waktu penyesuaian.
“SRO akan menerbitkan aturan untuk free float minimal 15% yang akan dilakukan dalam waktu dekat dengan transparansi yang baik dan bagi emiten yang dalam jangka waktu tertentu,” ujar Mahendra kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga
Sarapan Bareng, Menko Airlangga Nilai Kejatuhan IHSG Jadi Momentum Reformasi Pasar Modal
Mahendra menegaskan, emiten yang tidak dapat memenuhi ketentuan free float sesuai pengaturan yang ditetapkan akan dikenakan kebijakan keluar atau exit policy.
Ia juga memastikan seluruh proses penyesuaian akan dijalankan hingga tuntas, termasuk dalam merespons berbagai masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Apapun respon MSCI jika diperlukan akan dilaksanakan sampai final sehingga diterima sesuai yang dimaksudkan oleh MSCI,” tegas Mahendra.
Baca Juga
Purbaya Minta IHSG Bersih dari Saham Gorengan, Optimistis Capai 10.000
Terkait pemenuhan informasi tambahan yang diminta MSCI, khususnya mengenai kemungkinan keterbukaan data kepemilikan saham di bawah 5% beserta kategori investor dan struktur kepemilikannya, OJK menegaskan komitmen untuk mengikuti praktik internasional terbaik.
“Kepemilikannya kami komitmen akan melakukannya sesuai best practice internasional. Kami akan melakukan dan memastikan memenuhi sesuai BPI,” ujar Mahendra.
Sebagaimana diketahui, MSCI sebelumnya merilis hasil konsultasi global terkait evaluasi free float saham-saham Indonesia yang langsung menarik perhatian pelaku pasar. Isu ini menjadi sorotan serius, terutama bagi investor global yang menaruh ekspektasi terhadap peningkatan aksesibilitas pasar modal domestik.
Baca Juga
Ini Keputusan MSCI yang Tekan IHSG Hampir 15% dalam Dua Hari
Dalam proses konsultasi tersebut, sebagian investor internasional menyambut positif rencana pemanfaatan Laporan Komposisi Kepemilikan Bulanan KSEI sebagai referensi tambahan. Namun, mayoritas investor masih menyampaikan kekhawatiran terkait akurasi klasifikasi pemegang saham.
Mereka menilai data tersebut belum sepenuhnya mencerminkan struktur kepemilikan yang sesungguhnya, sehingga memunculkan keraguan dalam menilai besaran free float saham Indonesia secara objektif.
Penurunan indeks berangsur menipis menjadi hanya 215 poin (2,60%) menjadi 8.101 hingga pukul 13.58. Bandingkan dengan pukul 10.00 WIB sempat anjlok 829 poin (10%) menjadi 7.489. Beberapa saham big cap mulai menghijau, seperti BBCA, CUAN, dan BBRI.

