Sarapan Bareng, Menko Airlangga Nilai Kejatuhan IHSG Jadi Momentum Reformasi Pasar Modal
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam dua hari terakhir bisa menjadi momentum untuk melakukan reformasi pasar modal Indonesia.
“Pada prinsipnya, momentum ini digunakan untuk mereformasi regulasi pasar modal,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Airlangga mengungkapkan, pembahasan kondisi IHSG dilakukan bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Baca Juga
Saat IHSG Tertekan, Dividend Yield Emiten ITMG hingga SIDO makin Menggoda
“Tadi dibahas dengan sarapan [bersama],” ujar Airlangga.
Menurut Airlangga, pemerintah melihat berbagai best practice yang telah berjalan di pasar modal. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil akan mengikuti mekanisme dan jadwal yang telah ada, termasuk komunikasi yang sebelumnya sudah dilakukan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Jadi kita ikuti saja karena itu sudah ada jadwalnya dan sudah ada pembicaraan dengan MSCI sebelumnya,” jelasnya.
Baca Juga
Ini Keputusan MSCI yang Tekan IHSG Hampir 15% dalam Dua Hari
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, seluruh pemangku kepentingan sepakat dan solid mendukung langkah-langkah reformasi serta perbaikan pasar modal.
“Jadi, solid semua mendukung hal itu,” kata Mahendra saat konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Mahendra menegaskan dukungan tersebut merupakan bagian dari kepentingan nasional agar BEI dapat setara dengan standar dan perkembangan pasar modal di tingkat global. “Dan juga solid mendukung penguatan dan pendalaman pasar,” tutupnya.

