BEI Lakukan Trading Halt Transaksi Saham 30 Menit, IHSG Anjlok 8%
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit pada awal sesi II, Rabu (28/1), setelah IHSG anjlok sebanyak 8% pada pukul 13.43 WIB.
IHSG turun sebanyak 718 poin (8%) menjadi 8.261, sehingga sesuai regulasi harus terkena trading halt selama 30 menit. Adapun, IHSG sesi I ditutup anjlok sebanyak 659,01 poin (7,34%) menjadi 8.321 atau nyaris terkena trading halt.
Baca Juga
BTN Nilai Kredit Program Perumahan (KPP) dari Pemerintah Jadi Solusi Bagi Sektor Informal
Pelemahan indeks hingga trading halt dipicu atas kejatuhan seluruh sektor pasar, dengan penurunan terbesar dicatatkan saham sektor infrastruktur 10,69%, energi 9,82%, property 7,67%, dan material dasar sebanyak 8,42%.
Penurunan dalam indeks menyusul keputusan MSCI untuk membekukan sejumlah perubahan terkait indeks review, termasuk indeks review Februari 2026, bagi pasar Indonesia seiring kekhawatiran para investor mengenai permasalahan investability.
Adapun hingga sesi I, Rabu (28/1/2026), IHSG ditutup anjlok sebanyak 659,01 poin (7,34%) menjadi 8.321 atau nyaris terkena trading halt. Rentang pergerakan 8.269-8.980 dengan nilai transaksi Rp 28,94 triliun
Baca Juga
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), Jadi Pemberi 'Dividend Yield' Terbesar di Peers-nya
Penuruan indeks dipicu atas keputusan MSCI Global untuk membekukan sementara perhitungan saham-saham dari Indonesia dalam MSCI Global Standard dipicu kurangnya transparansi kepemilikan saham. Pelemahan indeks ini berbanding terbalik dengan sebagian besar bursa saham Asia yang bergerak di zona hijau, seperti Hang Seng melesat 967 poin dan Strait Times naik 36 poin.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor infrastruktur terjun 10,19%, energi anjlok lebih dari 9%, material dasar turun 7.80%, konsumer primer turun 6,19%, property melemah 7,41%, dan sektor keuangan 4,21%.

