PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), Jadi Pemberi 'Dividend Yield' Terbesar di Peers-nya
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), emiten sektor ritel pendistribusi 150 jenama global mampu membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 8,8% YoY menjadi Rp30,0 triliun pada kuartal III-2025.
Sementara itu laba kotor terkerek dari Rp11,8 triliun menjadi Rp12,7 triliun, dan laba usaha tercatat sebesar Rp2,5 triliun. Pada periode yang sama, EBITDA perseroan mencapai Rp3,4 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp1,7 triliun.
Laba kotor meningkat dari Rp11,8 triliun menjadi Rp12,7 triliun, sementara laba usaha tercatat sebesar Rp2,5 triliun. EBITDA mencapai Rp3,4 triliun, dan laba bersih sebesar Rp1,7 triliun.
Pada paparan publik kuartal III-2025 beberapa waktu lalu, Ratih D Gianda, VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group menyampakan bahwa MAPI mampu mencetak kenaikan pendapatan bersih sebesar 8,9% YoY menjadi Rp10,5 triliun.
“Laba kotor tercatat sebesar Rp4,3 triliun dari Rp4,0 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba usaha meningkat 12,0% menjadi Rp864 miliar, dengan EBITDA mencapai Rp1,2 triliun. Laba bersih pada kuartal ini tercatat sebesar Rp558 miliar,” demikian Ratih dalam pernyataannya, seraya menyebut bahwa perseroan menutup kuartal III dengan pertumbuhan positif pada top-line dan bottom-line, mencerminkan relevansi brand MAP yang terus berlanjut, serta didukung oleh meningkatnya traffic pelanggan selama periode Back-to-School dan Hari Kemerdekaan.
Sekadar informasi, selain memiliki portofolio lebih dari 150 jenama global, MAPI mengoperasikan lebih dari 3.800 gerai ritel di lebih dari 80 kota di Indonesia.
Baca Juga
Mitra Adiperkasa (MAPI) Bagikan Dividen Rp 166 Miliar, Rasio Segini
Konsep ritel utama yang dikelola antara lain; Department Stores lewat Sogo, Seibu, Galeries Lafayette, The FoodHall; Fashion & Beauty: Zara, Marks & Spencer, Kipling, Mango, Massimo Dutti, Swarovski, Zara Home, Boots, dan Sephora Sementara segmen Active (Sports & Leisure) dikelola lewat Sports Station, PlanetSports.Asia, Foot Locker, Converse, Golf House, Reebok, Skechers, Onitsuka Tiger, Staccato, Clarks.
Untuk segmen anak, MAPI mengelola KidzStation, Smiggle, Lego, dan untuk sektor Food & Beverage ada nama-nama Starbucks, Pizza Marzano, Krispy Kreme, Cold Stone Creamery Ice Cream hingga Subway.
Berdasarkan data Peers Benchmark dari Investing.com, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mengukuhkan posisinya sebagai raksasa di sektor properti dan real estat dengan nilai kapitalisasi pasar yang sangat dominan, mencapai Rp17,819 triliun. Angka ini menunjukkan skala bisnis yang jauh melampaui rata-rata perusahaan sejenis yang berada di angka Rp3,677 triliun, serta rerata sektor secara keseluruhan yang hanya sebesar Rp1,979 triliun. Dominasi kapitalisasi pasar ini mencerminkan tingkat kepercayaan investor yang tinggi serta fondasi aset yang sangat kuat dibandingkan para pesaingnya di industri yang sama.
Meskipun memiliki skala bisnis yang masif, pergerakan harga saham PWON dalam satu tahun terakhir menunjukkan dinamika yang berbeda dibandingkan para kompetitornya. Total imbal hasil harga saham perusahaan mencatatkan koreksi sebesar 3,7%, di saat rata-rata perusahaan sejenis justru mengalami lonjakan pertumbuhan sebesar 26,9% dan sektor tumbuh 5,8%.
Saat ini, harga saham PWON diperdagangkan pada level 80,9% dari harga tertinggi selama 52 pekan terakhir, posisi yang relatif lebih stabil dibandingkan rata-rata kompetitor di angka 78,3%, namun masih di bawah rata-rata sektor yang mencapai 83,5%.
Salah satu daya tarik utama PWON yang menonjol dalam perbandingan ini adalah kebijakan imbal hasil bagi pemegang saham yang sangat kompetitif. Perusahaan menawarkan dividend yield sebesar 3,5%, sebuah nilai yang signifikan mengingat rata-rata perusahaan sejenis maupun sektor real estat secara umum saat ini tercatat tidak memberikan imbal hasil dividen sama sekali atau berada di angka 0,0 persen.
Sementara shareholder yield menyentuh angka 6,6%, jauh mengungguli rata-rata pesaing yang hanya sebesar 0,3% dan rata-rata sektor di level 0,9%.

