Penurunan IHSG makin Dahsyat Capai 10% Usai Trading Halt Pertama, Trading Halt Kedua Menanti
JAKARTA, investortrust.id – Perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dibuka tepat pada pukul 09.56 WIB setelah sempat terkena penghentian sementara (trading halt) selama 30 menti sejajk pukul 09.26 WIB. Trading halt ini merupakan yang kedua dalam dua hari beruntun.
Usai dibuka, penurunan indeks makin parah hingga anjlok 829 poin (10%) menjadi 7.489 hanya dalam 4 menit berakhirnya trading halt. Semua saham jatuh dan mencapai level terendah baru. Dengan kondisi ini, terbuka peluang terkena trading halt kedua, jika penurunan indeks lebih dari 15%.
Baca Juga
Adapun trading halt pertama dilakukan setelah indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI turun lebih dari 8%. Trading halt ini merupakan yang kedua dalam dua hari beruntun. Sebagaimana diketahui, pada awal sesi II kemarin, perdagangan saham terkena trading halt akibat terjun lebih dari 8%.
Hingga pukul 10.00 WIB, seluruh sektor saham terjun dengan penurunan signifikan lebih dari 10% dicatatkan sektor energi, material dasar, dan infrastruktur. Begitu juga dengan saham sektor property dan konsumer primer turun lebih dari 7%.
Baca Juga
BEI Kembali Trading Halt Transaksi Saham, IHSG Terjun 8% Hanya dalam 26 Menit
Penurunan tajam indeks dalam dua hari ini dipicu atas rembetan keputusan MSCI Global menangguhkan perhitungan MSCI Indonesia, bahkan terbuka peluang penurunan kelas bursa saham Indonesia menjadi frontier market. Penurunan diperparah keputusan Goldman Sachs yang memangkas prospek saham Indonesia menjadi underweight.
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak 659,67 poin (7,35%) menjadi 8.320, bahkan sempat terkena trading halt selama 30 menit akibat turun lebih dari 8% di sesi II. Investor asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 6,17 triliun, terbesar disumbangkan BBCA Rp 4,1 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dengan penekan utama datang dari saham-saham big cap, seperti saham BREN, PTRO, BRPT. Penurunan juga melanda saham big cap lainnya, seperti BBCA, DSSA, MORA, PANI, hingga RATU. Kejatuahan tersebut dipicu atas pengumuman MSCI yang menangguhkan perhitungan saham Indonesia dalam indeks.

