BEI Kembali Trading Halt Transaksi Saham, IHSG Terjun 8% Hanya dalam 26 Menit
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan penghentian sementara (trading halt) perdagangan saham selama 30 menit mulai pukul 09.26 WIB. Trading halt ini merupakan yang kedua dalam dua hari beruntun.
Aksi dilakukan setelah indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI turun lebih dari 8% di menit ke-26 transaksi saham hari ini. Trading halt ini merupakan yang kedua dalam dua hari beruntun. Sebagaimana diketahui, pada awal sesi II kemarin, perdagangan saham terkena trading halt akibat terjun lebih dari 8%.
Baca Juga
Emas Tembus US$ 5.500, Bursa Asia Bergerak Bervariasi Pasca-Keputusan The Fed
Hingga pukul 09.25 WIB, seluruh sektor saham terjun dengan penurunan signifikan lebih dari 9% dicatatkan sektor energi, material dasar, dan infrastruktur. Begitu juga dengan saham sektor property dan konsumer primer turun lebih dari 7%.
Adapun saham penekan utama kejatuhan seluruh saham big cap dan saham-saham emiten konglomerasi. Di antaranya, BREN terjun 13,86% menjadi Rp 7.125, DSSA anjlok 14,98% menjadi Rp 83.825, dan
Penurunan tajam indeks dalam dua hari ini dipicu atas rembetan keputusan MSCI Global menangguhkan perhitungan MSCI Indonesia, bahkan terbuka peluang penurunan kelas bursa saham Indonesia menjadi frontier market. Penurunan diperparah keputusan Goldman Sachs yang memangkas prospek saham Indonesia menjadi underweight.
Baca Juga
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak 659,67 poin (7,35%) menjadi 8.320, bahkan sempat terkena trading halt selama 30 menit akibat turun lebih dari 8% di sesi II. Investor asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 6,17 triliun, terbesar disumbangkan BBCA Rp 4,1 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dengan penekan utama datang dari saham-saham big cap, seperti saham BREN, PTRO, BRPT. Penurunan juga melanda saham big cap lainnya, seperti BBCA, DSSA, MORA, PANI, hingga RATU. Kejatuahan tersebut dipicu atas pengumuman MSCI yang menangguhkan perhitungan saham Indonesia dalam indeks.
Sebaliknya sejumlah saham berikut masih berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saahm WAPO naik 34,04% menjadi Rp 252, STAR naik 24,80% menjadi Rp 780, dan BOGA naik 24,74% menjadi Rp 1.790. Kenaikan pesat juga melanda saham BALI sebanyak 23,84% menjadi Rp 1.740 dan AGAR naik 12,10% menjadi Rp 278.

