IHSG Anjlok 5% Hanya dalam 15 Menit Transaksi, Bakal Terkena Trading Halt?
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026), telah mencapai 410 poin (5,05%) menjadi 7.917 hanya dalam 15 menit transaksi. Penurunan dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham. Apakah perdagangan saham akan kembali terkena trading halt hari ini?
Berdasarkan data BEI, penurunan pling dalam dicatatkans aham sektor material dasar lebih dari 9%, sektor energi lebih dari 7%, sektor consumer primer lebih dari 7%, sektor infrastruktur lebih dari 6%, sektor teknologi 4%, sektor property hampir 5%, dan sektor keuangan lebih dari 2,5%.
Baca Juga
Saham Berjangka AS Jatuh Terseret Aksi Jual Perak dan Bitcoin
Penurunan paling dalam melanda saham big cap, seperti DSSA, MLPT, FILM, PTRO, PANI, AMMN, TPIA, dan BREN. Sebaliknya penguatan pesat masih meladnas aham sektor EDGE, AADi, ICBP, SMGR, dan CMRY.
Adapun pada pebukaan hari ini, IHSG hanya mengalami penurun 23,45 poin (0,28%) menjadi 8.306. Penurunan dipicu kejatuhan saham sektor material dasar dan sejalan dengan koreksi mayoritas pasar saham Asia.
Baca Juga
Friderica Widyasari Tegaskan Berkantor di BEI hingga Pasar Modal Kembali Normal
Pekan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI ditutupa njlok mencapai 621 poin (6,94%) menjadi 8.329. Koreksi tersebut menjadi penurunan mingguan IHSG BEI terparah dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, perdagangan saham sempat terkena trading halt selama dua hari beruntun.
Penurunan tersebut membuat kapitalisasi pasar (market cap) BEI menguap Rp 1.197 triliun menjadi Rp 15.046 triliun hanya dalam sepekan. Tak hanya itu, pemodal asing terpantau merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham jumbo mencapai Rp 13,92 triliun pekan ini.
Adapun pada perdagangan akhir pekan, indeks berhasil rebound signifikan 97,41 poin (1,18%) menjadi 8.329. Meski demikian, net sell saham oleh pemodal asing masih gencar dengan total senilai Rp 1,5 triliun.

