Reli Saham Emiten Emas Berlanjut, EMAS Memimpin Kenaikan Capai 153% Sejak IPO
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten emas kembali mencatatkan torehan penguatan signifikan sepanjang perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/1/2026). Penguatan tertinggi dicatatkan saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).
Penguatan harga saham emiten emas ini sejalan dengan berlanjutnya kenaikan harga emas dunia ke rekor tertinggi baru sepanjang masa setelah sempat menyentuh level di atas US$ 5.050 per ounce. Kenaikan harga komoditas langsung terapresiasi pada saham-saham emas sejak pembukaan perdagangan hari ini.
Baca Juga
Kenaikan tertinggi dicatatakan saham EMAS dengan kenaikan 18,22% ke level penutupan tertinggi baru sepanjang masa Rp 7.300. Dengan demikian, saham EMAS telah menguat 153% dari Rp 2.880 pada listing perdana 23 September 2025 menjadi Rp 7.300 pada penutupan hari ini.
Kenaikan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten yang teraffiliasi dengan Boy Thohir ini menjadi Rp 118,11 triliun. Kenaikan saham EMAS juga berdampak terhadap saham induknya PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebanyak 4,55% menjadi Rp 3.450.
Kenaikan selanjutnya dicatatkan saham ANTM mencapai 10,96% menjadi Rp 4.760, saham AMMN naik 9,03% menjadi Rp 7.850, saham ARCI menguat 4,91% menjadi Rp 2.030, saham BRMS mencatatkan kenaikan sebanyak 2,40% menjadi Rp 1.280, dan saham PSAB naik 2,42% menjadi Rp 635.
Penguatan juga melanda saham yang emiten yang memiliki anak usaha pertambangan emas berikut, seperti saham MEDC menguat 3,96% menjadi Rp 1.575, saham INDY menguat 1,62% menjadi Rp 3.760, HRTA naik sebanyak 4,72% menjadi Rp 2.440, dan UNTR ditutup stagnan Rp 27.275.
EMAS Menjanjikan
Sementara itu, Investment Specialist PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI) Ahmad Faris Mu’tashim mengatakan, sejumlah katalis positif menjadi penopang utama penguatanharga saham EMAS hari ini. Salah satunya adalah rencana perseroan untuk memperluas akses pasar modal global.
“Kabar yang menyebutkan bahwa perseroan berencana menggelar listing di pasar saham Hongkong ikut menopang penguatan pesat harga saham EMAS hari ini,” kata Ahmad Faris saat dihubungi investortrust.id Senin, (26/1/2026).
Baca Juga
Sebagaimana diberitakan, EMAS dikabarkan tengah mengkaji rencana dual-listing terkait pencatatan saham (IPO) saham di Bursa Hong Kong (Hong Kong Exchanges and Clearing Ltd/HKEX). Isu ini mencuat di tengah reli harga emas global dan Commissioning Operational Date (COD) atau dimulainya tahap produksi komersial perdana tambang emas Pani pada kuartal I-2026.
Bloomberg melaporkan bahwa EMAS telah menunjuk Citic Securities Co., Morgan Stanley, dan UBS Group AG untuk mengkaji rencana penawaran saham di Hong Kong. Sejumlah sumber menyebutkan pembahasan masih berlangsung, termasuk terkait ukuran dan waktu aksi korporasi tersebut. Meski demikian, hingga kini manajemen EMAS maupun Merdeka Group belum memberikan pernyataan resmi terkait kepastian aksi korporasi tersebut.
Kenaikan pesat harga saham EMAS, ungkap Ahmad Faris, didukung sentimen positif lainnya dari lonjakan harga emas dunia yang menembus level US$ 5.000 per ounce untuk pertama kali dalam sejarah. Kondisi ini menjadi katalis kuat bagi saham-saham berbasis emas, termasuk EMAS.
Baca Juga
Saham Merdeka Gold (EMAS) Terbang 125% sejak IPO, Market Cap Tembus Rp 105 Triliun
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot tercatat menguat 1,25% ke kisaran US$ 5.049,9 per troy ounce, sementara emas berjangka Comex AS kontrak April 2026 naik 1,24% ke level US$5.079,20 per troy ounce.
Sementara dari sisi teknikal, Ahmad Faris menilai pergerakan saham EMAS berada dalam fase yang konstruktif. Menurutnya, EMAS membentuk pola symetrical triangle dengan break fase bullish consolidation. “Untuk target EMAS, berdasarkan target price simetrical triangle berada pada level Rp 7.650-7.800,” jelas Ahmad Faris.

