Saham Merdeka Gold (EMAS) Cetak Rekor ATH, Naik 89% Sejak IPO, Masih Ada Peluang Lanjut Reli?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berhasil mencatatkan penguatan ke level tertinggi baru selama dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). EMAS merupakan satu dari beberapa saham emiten emas dengan kenaikan harga mengesankan dalam tiga bulan terakhir.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham EMAS telah melesat sebanyak 89,23% dari harga listing perdana saham Rp 2.880 pada 23 September 2025 ke level penutupan tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) Rp 5.450 pada penutupan transaksi 15 Desember 2025. Bahkan, saham EMAS sempat menembus level ATH intraday Rp 6.100.
Terkait lompatan harga tersebut, manajemen EMAS dalam penjelasannya di BEI, Senin (15/12/2025), menyebutkan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya informasi penting atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perseroan. EMAS juga belum memiliki rencana pasti untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Ungkap Progress Pembangunan Tambang Pani Berikut
Lalu, apakah saham ini masih berpeluang lanjutkan penguatan? Berdasarkan prospectus diungkap harga perdana saham EMAS level Rp 2.880 ini ditetapkan dengan asumsi konservatif. EMAS memiliki NPV senilai Rp 127 triliun atau setara dengan harga wajar Rp 7.900 per saham. Harga wajar tersebut juga mempertimbangkan Merdeka Gold (EMAS) merupakan perusahaan pertambangan emas dengan total sumber daya emas sebesar 7,0 juta oz (troy ounce).
Dengan sumber daya tersebut, EMAS tercatat sebagai perusahaan pertambangan emas dengan sumber daya terbesar nomor tiga di Indonesia. Biaya penambangan (cast cost) EMAS tergolong efisien, yakni mencapai US$ 1.200 per oz atau lebih rendah dibandingkan dengan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) berkisar US$ 1.881 per oz.
Sebelumnya, Merdeka Gold (EMAS) resmi memulai kegiatan ore feeding di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, sejak 12 November 2025. Langkah ini menandai dimulainya fase operasional pabrik pengolahan dan menjadi tonggak penting dalam transisi EMAS menuju produksi emas pertama (first gold pour) yang ditargetkan pada kuartal I-2026.
Presiden Direktur EMAS Boyke Poerbaya Abidin menyampaikan, ore feeding menandai babak baru bagi perseroan, yakni dari konstruksi menuju operasi. “Kami bersyukur proyek berjalan sesuai rencana menuju produksi emas pertama di awal 2026. Ini hasil kerja keras seluruh tim dan dukungan para pemangku kepentingan. Kami berkomitmen mengoperasikan tambang secara aman, efisien, dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi investor dan masyarakat,” ucap Boyke.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Rampungkan Ore Preparation Plant di Tambang Emas Pani
Hingga akhir Oktober 2025, pembangunan Tambang Emas Pani telah mencapai 83% penyelesaian, mencakup fasilitas utama seperti heap leach pad, pabrik ADR, dan infrastruktur pendukung. Sebagai komitmen terhadap perubahan iklim dan pengurangan emisi karbon, EMAS telah menandatangani kesepakatan dengan PLN untuk menggunakan listrik dari sumber energi terbarukan melalui skema Sertifikat Energi Terbarukan (Renewable Energy Certificate/REC).
Dengan cadangan (reserve) bijih sebesar 190 juta ton dan kandungan emas sekitar 4,8 juta ons dari Perkiraan Sumber Daya Mineral (Mineral Resource Estimate) sebesar 292,4 juta ton yang mengandung lebih dari 7 juta ons emas, Pani akan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia. Proyek ini dirancang sebagai tambang berbiaya rendah dengan umur operasi jangka panjang.
Sebagai bagian dari Grup Merdeka yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), EMAS memegang peran strategis dalam memperkuat portofolio multi-logam Merdeka. Keberhasilan Pani akan memperkuat posisi EMAS sebagai produsen emas nasional terkemuka, sekaligus memperkuat kontribusi Merdeka terhadap pengembangan industri pertambangan nasional yang bertanggung jawab.
Baca Juga
Boy Thohir Kembali Borong Saham Merdeka Gold (EMAS) Lewat TNT, Intip Alasannya
Merdeka Gold Resources (MGR), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), mengembangkan Proyek Emas Pani di Pohuwato, Gorontalo. Tambang tersebut memiliki potensi sumber daya mencapai 7 juta oz emas, sekaligus menjadikannya salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia. Proyek ini dirancang sebagai tambang berbiaya rendah dengan umur panjang dan produksi puncak hingga 500.000 oz per tahun, dengan produksi emas pertama dijadwalkan pada kuartal pertama 2026.
Perseroan sebelumnya telah melepas sebanyak 1,62 miliar saham baru atau setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga pelaksanaan Rp 2.880 per saham. Penawaran umum perdana (IPO) ini berhasil menghimpun dana masyarakat Rp 4,66 triliun. Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk modal kerja anak perusahaan di bidang penambangan dan pengolahan emas, serta untuk pembayaran sebagian pinjaman.

