Didukung Harga Emas Dunia & Progres Operasional, Saham Merdeka Gold (EMAS) Berpotensi Menuju Level Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dinilai masih memiliki prospek yang menjanjikan untuk melanjutkan penguatan harganya. Sejumlah analis pasar modal melihat potensi kenaikan ini didukung oleh tren harga emas global yang terus mendaki dan target operasional perusahaan yang semakin dekat menuju fase produksi komersial.
Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/1/2026), saham EMAS melesat 18,18% dan menyentuh level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) di Rp 6.500. Lonjakan ini juga membawa kapitalisasi pasar (market cap) EMAS menembus angka Rp 100 triliun, tepatnya Rp 105,17 triliun.
Baca Juga
Saham Merdeka Gold (EMAS) Terbang 125% sejak IPO, Market Cap Tembus Rp 105 Triliun
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Stocknow dan Republik Investor Hendra Wardana menilai lompatan tersebut terdorong ruang penguatan saham EMAS masih terbuka lebar. Hal ini sejalan dengan harga emas dunia yang baru saja mencetak rekor tertinggi baru di kisaran US$ 4.689 per troy ounce. Menurutnya, kenaikan harga emas saat ini bersifat struktural dan bukan sekadar reli jangka pendek.
"Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global, ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat, serta pergeseran dana investor ke aset lindung nilai di tengah tingginya valuasi saham dan pelemahan dolar AS," ujar Hendra kepada investortrust.id, Selasa (20/1/2026).
Dalam kondisi ketidakpastian yang mendominasi, emas kembali menjadi tujuan utama aliran dana global. Hendra memproyeksikan, selama harga emas mampu bertahan di atas level psikologis US$ 4.500 per troy ounce, target harga selanjutnya berada di kisaran US$ 4.800 hingga US$ 5.000 per troy ounce. Ia pun menyarankan agar koreksi jangka pendek dipandang sebagai peluang akumulasi, bukan sinyal pembalikan arah.
Target Harga
Sementara itu, Investment Specialist PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI) Azharys Hardian menilai, momentum penguatan harga emas global menjadi katalis positif bagi EMAS. Ia menyoroti kemajuan fundamental perusahaan, seperti penyelesaian tahap first mining dan realisasi penggunaan dana IPO yang telah mencapai 93%.
Meski demikian, Azharys mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mencermati faktor risiko. Proyek Emas Pani yang menjadi andalan EMAS saat ini masih dalam tahap pembangunan fasilitas pengolahan.
Baca Juga
Waspadai Peluang Tekanan IHSG Hari Ini, Empat Saham Dipimpin ARCI hingga INCO Layak Dibeli
"Kita harus mencermati ketepatan waktu pembangunan infrastruktur ini, karena realisasi pendapatan perusahaan sangat bergantung pada keberhasilan transisi menuju fase produksi penuh," ungkap Azharys kepada investortrust.id.
Risiko eksekusi seperti potensi keterlambatan jadwal atau pembengkakan biaya operasional (capital expenditure/capex) perlu diperhatikan sebelum mencapai tahap komersial. Namun, target manajemen untuk memulai operasional komersial pada kuartal I-2026 tetap menjadi katalis pertumbuhan yang menarik. Apalagi jika harga emas bertahan di level premium saat produksi dimulai, potensi kinerja keuangan EMAS akan semakin solid.
Mempertimbangkan progres fundamental dan mitigasi risiko yang dilakukan perusahaan, Azharys memproyeksikan saham EMAS masih memiliki ruang apresiasi yang cukup lebar. "Berdasarkan analisis penilaian aset saat fase komersial tercapai, kami menetapkan target harga selanjutnya di level Rp 7.275," ungkapnya.

