BSI (BRIS) Menguat, Analis Pertahankan Rekomendasi Buy dengan Target Harga Berikut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) membukukan kinerja solid hingga November 2025 yang ditunjukkan kenaikan laba bersih sebanyak 8% secara tahunan (YoY), meski beban operasional meningkat.
Mandiri Sekuritas dalam riset harian, Kamis (15/1/2026), menyebutkan bahwa ekspansi pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) serta pendapatan non-bunga (non-interest income) menjadi penopang utama pertumbuhan kinerja keuangan BRIS.
Baca Juga
Ke depan, Mandiri Sekuritas menyebutkan, prospek profitabilitas BRIS tetap positif. Outlook return on equity (ROE) BRIS didukung peningkatan portofolio produk berbasis emas. Ekspansi produk tersebut dinilai dapat mengangkat margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) berbasis risiko (risk-adjusted NIM) dan membuka peluang peningkatan kebijakan dividen.
Dengan mempertimbangkan beragam faktor tersebut, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BRIS dengan target harga Rp 3.300 per saham. Adapun hingga penutupan sesi I hari ini, saham BRIS menguat 2,22% menjadi Rp 2.300.
Adapun dalam lima hari terakhir, saham BRIS berhasil catatkan kenaikan sebanyak 7,98%. Bahkan dalam dua hari terakhir, saham bank syariah terbesar di Indonesia ini catatkan penguatan.
Baca Juga
Laba BSI (BRIS) Bertumbuh di November 2025, Target Harga Ini Terbuka
Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa BSI atau BRIS berhasil mencatatkan kinerja tetap kuat pada November 2025. Kinerja tersebut didukung berlanjutnya penurunan biaya dana atau cost of fund (CoF) disertai dengan pertumbuhan dana pihak ketiga yang sehat.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BRIS dengan target harga Rp 3.200. Dengan target harga tersebu terbuka peluang penguatan harga saham ini lebih dari 40%.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,16%, Saham ARA Bertebaran Dipimpin BELL hingga ROCK
Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano & Naura Reyhan Muchlis mengatakan, secara keseluruhan, kinerja BRIS pada November 2025 dinilai netral, seperti terlihat perbaikan net interest margin (NIM) secara bulanan tertahan oleh peningkatan provisi dan tekanan biaya yang masih relatif tinggi.
Berdasarkan data, bank syariah terbesar di Indonesia ini membukukan laba bersih bank only senilai Rp 578 miliar pada November 2025 atau bertumbuh 3% secara bulanan (month on month/mom) dan 3% secara tahunan (year on year/yoy). Kenaikan ditopang kinerja pre-provision operating profit (PPOP) yang solid, meski sebagian tertekan kenaikan provisi.

