Betumbuh Pesat, Saham Indofood CBP (ICBP) Diganjar Rekomendasi Buy dengan Target Harga Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Emiten produsen mie instan yang dikendalikan Salim Group, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan pesat hingga kuartal III-2024.
Lompatan kinerja keuangan tersebut mendorong sejumlah analis mempertahankan rekomendasi beli saham anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ini. Di antaranya, Samuel Sekuritas merekomendasikan buy saham ICBP dengan target harga Rp 14.000 dan Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 15.000.
Hingga kuartal III-2024, ICBP mencatatkan lompatan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk double digit atau 15,4% menjadi Rp 8,14 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 7,06 triliun.
Baca Juga
Dua Sekuritas Ini Kompak Revisi Naik Target Harga Saham Indofood (INDF) Jadi Segini
Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan neto sebesar 8,1% menjadi Rp 55,48 triliun per akhir kuartal III-2024, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 51,3 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh tingginya volume penjualan semua segmen serta adanya keuntungan kurs yang mencapai Rp 3,5 triliun di tengah penguatan rupiah, dibandingkan dari kuartal sebelumnya rugi kurs Rp 1,55 triliun.
Sumber: Sucor Sekuritas
Kendati demikian, margin laba kotor ICBP turun menjadi 36%, dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 37,5%. Samuel Sekuritas menilai bahwa penurunan tersebut akibat kenaikan harga bahan baku, seperti cabai dan minyak sawit, dan adanya potensi peningkatan biaya promosi untuk mendukung peluncuran produk baru yang memerlukan alokasi anggaran tambahan.
Ke depan, Samuel Sekuritas menilai, masih terdapat sejumlah peluang yang dapat mendukung pertumbuhan ICBP, seperti bantuan pemerintah dan kontestasi Pilkada yang diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat berpenghasilan rendah di kuartal keempat.
Baca Juga
Penurunan harga bahan baku, seperti gandum yang turun 10% sepanjang tahun ini, juga bisa membantu menjaga stabilitas margin keuntungan perusahaan. “Kondisi ini diperkirakan akan meningkatkan permintaan untuk produk-produk makanan ICBP,” tulis tim riset Samuel Sekuritas dalam risetnya yang dikutip Jumat (8/11/2024).
Sedangkan analis Sucor Sekuritas Clara Nathania mengatakan, pertumbuhan pesat kinerja keuangan hingga September 2024 memperkuat keyakinan kenaikan kinerja tersebut akan berlanjut sampai akhir tahun. Pertumbuhan didukung peningkatan permintaan bersamaan dengan biaya bahan baku cenderung stabil.
“Kami juga mengantisipasi peningkatan permintaan produk perseroan, khususnya di Timur Tengah dan Africa, menjelang kuartal akhir tahun 2024. Kenaikan tersebut berpotensi mengerek laba bersih perseroan menjadi Rp 9,6 triliun hingga akhir 2024 dan kembali meningkat menjadi Rp 10,5 triliun tahun 2025,” tulisnya.
Grafik Saham ICBP

