Laba BSI (BRIS) Bertumbuh di November 2025, Target Harga Ini Terbuka
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berhasil mencatatkan kinerja tetap kuat pada November 2025. Kinerja tersebut didukung berlanjutnya penurunan biaya dana atau cost of fund (CoF) disertai dengan pertumbuhan dana pihak ketiga yang sehat.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BRIS dengan target harga Rp 3.200. Dengan target harga tersebu terbuka peluang penguatan harga saham ini lebih dari 48% dibandingkan dengan harga penutupan saham BRIS akhir pekan lalu Rp 2.160
Baca Juga
Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano & Naura Reyhan Muchlis mengatakan, secara keseluruhan, kinerja BRIS pada November 2025 dinilai netral, seperti terlihat perbaikan net interest margin (NIM) secara bulanan tertahan oleh peningkatan provisi dan tekanan biaya yang masih relatif tinggi. “Namun demikian, tren penurunan CoF serta pertumbuhan dana pihak ketiga yang sehat menjadi sentimen positif ke depan,” tulisnya.
Berdasarkan data, bank syariah terbesar di Indonesia ini membukukan laba bersih bank only senilai Rp 578 miliar pada November 2025 atau bertumbuh 3% secara bulanan (month on month/mom) dan 3% secara tahunan (year on year/yoy). Kenaikan ditopang kinerja pre-provision operating profit (PPOP) yang solid, meski sebagian tertekan kenaikan provisi.
Baca Juga
Salurkan Rp 159,2 Triliun, BSI (BRIS) Optimalkan Ziswaf bagi 300.000 Penerima Manfaat
NIM BRIS membaik secara bulanan menjadi 5,4% pada November 2025, naik dari 5,3% pada Oktober 2025, seiring penurunan CoF secara bulanan. Namun demikian, NIM tersebut masih berada di bawah posisi November 2024 sebesar 5,7%, terutama mencerminkan penurunan yield earning assets.
BRI Danareksa Sekuritas juga melihat bahwa tekanan biaya operasional mulai mereda. Opex BRIS tercatat Rp1,2 triliun pada November 2025, turun 5% mom, meski masih meningkat 2% yoy. Sementara itu, provisi meningkat menjadi Rp201 miliar, naik signifikan 169% yoy, meski turun 12% mom, dengan cost of credit (CoC) tetap terjaga di level 0,8% masih di bawah 1%.

