Elon Musk Bicara soal Masa Depan Bitcoin, Apa Katanya?
Poin Penting
| ● | Elon Musk menyatakan bahwa jika kecerdasan buatan dan robotika dapat memenuhi seluruh kebutuhan manusia, relevansi uang tradisional akan turun drastis. |
| ● | Musk menegaskan bahwa energi adalah mata uang paling fundamental, karena sulit diciptakan dan tidak bisa dihasilkan hanya melalui regulasi. |
| ● | Elon Musk menilai Bitcoin memiliki nilai karena jaringan BTC dikaitkan dengan pengeluaran energi nyata. |
JAKARTA, investortrust.id - Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, baru-baru ini membagikan pandangannya tentang masa depan Bitcoin dan mata uang digital. Dalam sebuah podcast dengan pengusaha India, Nikhil Kamath, Elon Musk memprediksi bahwa kecerdasan buatan (AI) dan robotika akan mengubah konsep uang tradisional.
Menurut Musk, jika AI dan robotika mampu memenuhi semua kebutuhan manusia, relevansi uang akan menurun drastis. Ia menilai Bitcoin (BTC) dapat menggantikan uang tersebut.
Mengutip Yahoo Finance, Jumat (5/12/2025), Elon Musk mengakui gagasan itu terdengar agak aneh. Namun, ia menilai, jika siapapun dapat memiliki apapun, uang tidak diperlukan sebagai cara untuk mengkoordinasikan tenaga kerja dan mendistribusikan sumber daya.
"Jika AI dan robotika cukup besar untuk memenuhi semua kebutuhan manusia, uang tidak lagi. Relevansinya menurun drastis,” ujar Elon Musk.
Baca Juga
Didukung Masuknya Investor Institusional Besar, Bitcoin Bertahan di Atas Level Psikologis US$ 90.000
Lebih lanjut, Elon Musk juga menekankan pentingnya energi sebagai fondasi ekonomi masa depan. Ia menyatakan bahwa energi adalah "mata uang" yang sebenarnya karena sulit untuk dihasilkan dan dimanfaatkan dengan cara yang bermanfaat.
“Energi adalah mata uang yang sesungguhnya. Anda tidak bisa membuat undang-undang energi. Anda tidak bisa begitu saja mengesahkan undang-undang dan tiba-tiba memiliki banyak energi,” ungkap Elon Musk.
Dalam kesempatan ini, Elon Musk juga menghubungkan visi ini dengan bitcoin (BTC), dengan alasan struktur jaringan sudah menghubungkan nilai digital dengan pengeluaran energi di dunia nyata.
"Inilah mengapa saya mengatakan bitcoin didasarkan pada energi,” kata Elon Musk.
Baca Juga
The Fed Suntik Likuiditas, Bitcoin ‘Rebound’ ke Atas US$ 92.000
Elon Musk menambahkan, penambang harus mengonsumsi listrik dan komputasi untuk mengamankan sistem. Menurutnya, persyaratan itu mendasarkan BTC pada realitas fisik, berbeda dengan uang yang dapat dicetak sesuka hati oleh pemerintah.
Dalam kerangka ini, Elon Musk mengatakan, ekonomi masa depan dapat mengukur kekayaan bukan dalam dolar Amerika Serikat atau token, melainkan dalam kapasitas untuk menghasilkan dan memakai energi secara efisien.

