Elon Musk Malam Ini Wawancarai Donald Trump, Bahas Masa Depan Kripto?
JAKARTA, investortrust.id - Pertemuan antara CEO Tesla Elon Musk dan kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump dijadwalkan akan berlangsung pada Senin (12/8/2024) pukul 20.00 EST atau Selasa (13/8/2024) pukul 07.00 WIB di X Spaces. Dalam pertemuan tersebut, kripto mungkin akan jadi pembahasan yang disoroti.
Melansir Binance, Senin (12/8/2024), sejumlah anggota komunitas X percaya bahwa pertemuan ini akan menjadi topik terbesar sepanjang sejarah. Di lain sisi, pertemuan ini akan dilakukan saat putra Donald Trump mengisyaratkan pengumuman kripto dan sistem keuangan yang beroperasi dalam jaringan tersentralisasi atau decentralized finance (DeFi).
“Kami akan mengguncang dunia kripto dengan sesuatu yang besar. Keuangan terdesentralisasi adalah masa depan, jangan sampai tertinggal,” ujar Trump Jr.
Baca Juga
Anak Donald Trump Ungkap Rencana Bentuk Platform Kripto Resmi
Sementara putra Donald Trump lainnya, Eric Trump juga berbagi kegemaran barunya pada ekosistem kripto dan DeFi. Tampaknya, ketertarikan pada kripto telah mendarah daging di keluarga tersebut dan mereka secara terang-terangan membagikan perasaan mereka dengan siapapun yang mau mendengarkan.
Mulai dari peluncuran sejumlah non fungible token (NFT) hingga tampil di Konferensi Bitcoin 2024, Donald Trump terlihat sangat vokal terhadap aset kripto.
Terkait pertemuan antara Musk dan Trump nanti, sebagai dua tokoh yang vokal dalam politik global dan kripto terus menjadi sorotan. Di luar Bitcoin, ada sejumlah topik potensial lainnya yang akan dibahas, mungkin berkaitan dengan teknologi, keuangan, ekonomi makro, hingga masalah geopolitik.
Baca Juga
Donald Trump Luncurkan Sepatu Sneakers Bertema Bitcoin Seharga Rp 8,1 Juta, Mau?
Saat ini, pengamat pasar terus memantau rincian diskusi yang mungkin terjadi di acara tersebut nantinya. Dalam beberapa minggu terakhir, warga AS menyaksikan Elon Musk menunjukan dukungan sangat besar kepada Donald Trump.
Dukungan tersebut menjadi resmi setelah upaya pembunuhan yang gagal terhadap Donald Trump, yang menyebabkan ia mengalami memar di telinga kirinya. Beberapa jam usai serangan tersebut, Musk menggunakan X untuk memberi dukungannya terhadap kandidat dari Partai Republik tersebut.

