Didukung Ekspansi Segmen Ini, Prospek Saham Alamtri (ADRO) kian Menguat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) tengah gencar berinvestasi pada energi terbarukan yang diharapkan menjadi sumber pertumbuhan kuat ke depan. Langkah agresif tersebut membuat prospek kinerja keuangan dan saham ADRO menarik.
Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan dalam riset yang diterbitkan baru-baru ini mengungkap, ADRO telah menempatkan ekspansi energi terbarukan sebagai kunci pertumbuhan jangka panjang melalui sejumlah proyek yang tengah digarap. Di antaranya, proyek pembangkit listrik tenaga air 1,3 GW, tenaga surya 0,4 GW, dan smelter aluminium 500 ktpa yang dijadwalkan mulai beroperasi bertahap sejak 2026.
Baca Juga
Meski Laba Terpangkas, Saham ADRO dan AADI Dipertahankan Beli dengan Target Harga Ini
Listrik yang diproduksi dari pembangkit tenaga surya akan diekspor ke Singapura dengan tarif estimasi US$ 0,25/kWh, lebih tinggi dari tarif domestik. “Pengembangan energi terbarukan dan smelter diharapkan mendorong CAGR laba perseroan 21% hingga 2030 dengan target tembus US$ 1 miliar. Penilaian DCF portofolio energi terbarukan menghasilkan NPV total US$3,5 miliar dengan IRR 10–16%,” tulis rise tersebut.
Sumber: Sucor Sekuritas
Terkait kinerja keuangan ADRO hingga kuartal III-2025, menurut Andreas, sudah sesuai ekspektasi, meskipun mencatatkan penurunan akibat pelemahan harga jual batu bara. ADRO melaporkan laba bersih pada kuartal III-2025 senilai US$ 127 juta, naik 29% secara kuartal-ke-kuartal, didorong oleh peningkatan volume dan penurunan biaya kas. Adapun, laba bersih sembilan bulan pertama 2025 turun 75% yoy menjadi US$ 302 juta, karena basis tinggi divestasi satu kali pada kuartal III-2024. Jika dikoreksi dari faktor one-off, penurunan laba hanya 19,5% yoy.
Pendapatan ADRO pada kuartal III-2025 mencapai US$ 490 juta (+3% qoq dan -1% yoy), didukung oleh peningkatan overburden removal SIS, sehingga total pendapatan perseroan sepanjang sembilan bulan mencapai US$1,3 miliar atau turun 13% yoy. Namun, menurut Andreas, angka tersebut sedikit di atas perkiraan analis.
Baca Juga
Harga Emas dan Logam Terus Mengilap, Saham INCO hingga AADI Jadi Alternatif Pilihan
Penjualan batubara ADRO tercatat 1,5 juta ton pada kuartal III-2025 naik sebanyak 28% yoy, sehingga total penjualan Januari-September 2025 mencapai 4,4 juta ton (+17% yoy), sejalan dengan proyeksi. Biaya kas turun menjadi US$ 54/ton pada kuartal III-2025 dan rata-rata US$56/ton sepanjang Januari-September 2025 atau dengan penurunan 5%.
Sejumlah faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ADRO dengan target harga Rp 3.800. Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan ROE dari 8% pada 2025 menjadi 16% pada 2030. Target harga ini juga didukung keunggulan yang dimiliki ADRO, seperti neraca keuangan yang solid, menggandakan pendapatan jangka menengah melalui investasi hijau, dan optimalisasi struktur modal lebih efisien.

