Aksi Korporasi dan Prospek Saham ke Depan, Arah Strategi Alamtri (ADRO) Kian Jelas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Emiten energi terintegrasi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan sejumlah aksi korporasi strategis sepanjang paruh kedua 2025. Langkah tersebut menjadi sinyal kuat arah bisnis dan prospek jangka menengah perseroan.
Momentum ini sekaligus menegaskan posisi ADRO sebagai salah satu saham bluechip di sektor energi dan batu bara nasional, meski kinerja fundamental perusahaan menghadapi tekanan dalam beberapa periode terakhir.
Dikutip Sabtu (24/1/2206), salah satu aksi korporasi utama adalah pembagian dividen tunai interim sebesar US$ 250 juta, yang berasal dari laba sembilan bulan 2025. Nilai tersebut setara sekitar 83% dari laba bersih periode berjalan, dengan jadwal cum dividen pada akhir Desember 2025 dan pembayaran pada pertengahan Januari 2026.
Baca Juga
Didukung Ekspansi Segmen Ini, Prospek Saham Alamtri (ADRO) kian Menguat
Sebelumnya, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), ADRO juga telah menyetujui dividen tunai total US$ 500 juta dari laba bersih tahun buku 2024, atau sekitar 36% dari laba bersih, yang dibagikan dalam bentuk dividen interim dan final.
Kebijakan dividen jumbo ini mencerminkan komitmen manajemen dalam memberikan return optimal kepada pemegang saham sekaligus menjaga kepercayaan pasar. Tingginya dividend yield menjadi daya tarik tersendiri, terutama di tengah tren imbal hasil pasar obligasi domestik yang relatif rendah.
Di sisi ekspansi, pada 16 Oktober 2025, ADRO mengakuisisi 231 juta saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) sehingga kepemilikannya meningkat menjadi sekitar 85%. Aksi ini bertujuan memperkuat kendali atas bisnis batu bara metalurgi yang diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan laba jangka panjang.
Dengan peningkatan kepemilikan tersebut, ADRO memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengarahkan strategi ekspansi ADMR, termasuk target penjualan batu bara metalurgi sebesar 5,6–6,1 juta ton hingga akhir 2025, yang diharapkan mampu mengerek kontribusi pendapatan segmen ini.
Meski agresif melakukan aksi korporasi, tahun buku 2025 menjadi periode yang cukup menantang bagi ADRO. Pendapatan semester I 2025 tercatat sebesar US$ 857,69 juta, turun 18,6% secara tahunan (yoy). Laba bersih pada periode yang sama tertekan 77,5% yoy menjadi US$ 174,9 juta.
Tekanan kinerja berlanjut pada kuartal III 2025, dengan laba bersih turun 74,5% menjadi US$ 301,6 juta. Penurunan juga tercermin pada laba bruto, laba usaha, dan margin, seiring pelemahan harga komoditas serta dampak spin-off bisnis batu bara termal yang sebelumnya masih dikonsolidasikan.
Baca Juga
Alamtri Resources (ADRO) Bagikan Dividen Interim Tunai US$ 250 Juta, Cair 15 Januari 2026
Dari sisi saham, berdasarkan data perdagangan Jumat (23/2026) sore WIB, harga saham ADRO bergerak di kisaran Rp 2.350–Rp 2.400 per saham, dengan rentang pergerakan 52-minggu di level Rp 1.600–Rp 2.430.
Sementara itu, mengacu pada konsensus analis InvestingPro, rata-rata target harga 12 bulan saham ADRO berada di level Rp 2.561 per saham. Estimasi tertinggi mencapai sekitar Rp 3.365, sedangkan estimasi terendah berada di kisaran Rp 1.480. Mayoritas analis masih merekomendasikan saham ini dengan status buy.

