Harga Emas dan Logam Terus Mengilap, Saham INCO hingga AADI Jadi Alternatif Pilihan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Momentum penguatan harga emas dan logam dasar diperkirakan terus berlanjut hingga akhir tahun yang diharapkan berdampak positif terhadap emiten sektor ini. Tren positif ini menjadi peluang bagi investor untuk mempertahankan eksposur di sektor logam sekaligus mulai melirik potensi penguatan di sektor batubara.
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset kemarin menyebutkan bahwa harga emas dan logam masih menunjukkan tren naik yang solid didukung oleh ketidakpastian ekonomi global serta prospek pemulihan industri manufaktur. Sebagai alternatif, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bisa dilirik dengan rekomendasi beli dan target harga Rp 4.700 per saham.
Baca Juga
Green Era Lepas Saham Rp 4,16 triliun, BREN Kian Dekat Masuk MSCI dan FTSE Index?
“Prospek INCO menarik berkat potensi pemulihan harga nikel di London Metal Exchange (LME) serta peningkatan nickel matte payability yang berpotensi memperkuat laba perseroan paruh kedua 2025,” tulis tim tersebut.
Di sisi lain, pemodal juga bisa mulai melirik saham sektor batubara. Proses penurunan stok musiman (seasonal inventory de-stocking) berjalan sesuai rencana, sementara harga batubara mulai stabil di sekitar level biaya produksi. Kondisi ini membuka peluang pemulihan margin bagi emiten batubara utama. Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (AADI) menjadi pilihan utama yang direkomendasikan beli dengan target harga Rp 9.850 per saham.
Sedangkan saham pilihan dari sektor perbankan, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan, telah terjadi pelonggaran tekanan likuiditas didukung pemangkasan suku bunga sebesar 50bps, penurunan imbal hasil SRBI ke 4,8%, penurunan suku bunga simpanan LPS, serta penempatan dana negara sebesar Rp 200 triliun di bank BUMN.
“Kebijakan tersebut akan menekan biaya dana (CoF). Sebagaimana diketahui kinerja sektor perbankan sempat tertekan oleh kenaikan biaya operasional,” tulisnya.
Baca Juga
Harga Emas Dunia Meroket, Berpotensi Sentuh Level US$ 3.950 per Troy Ounce di Oktober
Dengan likuiditas yang membaik dan valuasi yang masih atraktif saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi pilihan teratas direkomendasikan beli dengan target harga Rp 11.900. Saham ini menawarkan PBV sebanyak 1,9 kali dan dividend yield 1,5-9,7%. BBCA menawarkan profil risiko rendah dan imbal hasil yang menarik bagi investor. Saham ini juga memiliki pertumbuhan laba dan kualitas aset terbaik di antara bank besar.
BRI Danareksa Sekuritas juga menjagokan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.400. “Dengan mempertimbangkan musim penjualan yang cenderung rendah di kuartal III-2025 serta proses konsolidasi gerai yang masih berlangsung, MAPI diperkirakan membukukan pertumbuhan penjualan yang moderat pada periode tersebut dan pemulihan kuat kuat diharapkan terjadi pada kuartal IV ini,” tulisnya.
Grafik Saham

