Meski Laba Terpangkas, Saham ADRO dan AADI Dipertahankan Beli dengan Target Harga Ini
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas tetap memeprtahankan rekomendasi beli saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), seiring dengan kinerja keuangan dua perusahaan tersebut masih sesuai ekspektasi hingga semester I-2025.
Dalam komentar pasarnya di Jakarta, Senin (2/9/2025), saham AADI dipertahankan dengan rekomendasi beli dan target harga Rp 9.850 dan saham ADRO direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.630.
Baca Juga
Agresif Tambah Kepemilikan di AADI dan MDKA, Saham Saratoga (SRTG) Menarik!
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta mengatakan realisasi laba inti perseroan mencapai US$ 407 juta pada semester I-2025 sudah berada di atas estimasi. “Realisasi tersebut setara dengan 57% dari target BRI Danareksa Sekuritas dan 54% dari target consensus analis untuk tahun 2025,” tulisnya.
Sedangkan pendapatan AADI sudah sesuai estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan consensus analis. Begitu juga dengan volume produksi dan penjualan dengan kenaikan mencapai 2% pada semester I-2025 telah sesuai dengan estimasi. “Secara keseluruhan, kinerja semester I-2025 tergolong solid, dibandingkan dengan perusahaan sejenis,” ungkapnya.
AADI membukukan pendapatan senilai US$ 2,4 miliar pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 2,65 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Laba inti mencapai US$ 407 juta, dibandingkan semester I-2024 dengan pencapaian US$ 623 juta.
Rekomendasi beli dengan target harga Rp 2.630 juga diberikan untuk saham ADRO. Erindra dan Kafi mengatakan, target tersebut mempertimbangkan kinerja keuangan perseroan semester I-2025 yang mengalami pelemahan akibat penurunan rata-rata harga jual batu bara. Sedangkan operasional menunjukkan pertumbuhan dengan produksi dan penjualan batu bara meningkat masing-masing 16% dan 11% pada semester I-2025.
Baca Juga
Alamtri (ADRO) Tebar Dividen Jumbo Rp 8,12 Triliun, Nilai per Sahamnya Segini
“Kami memperkirakan potensi perbaikan kinerja keuangan ADRO pada semester II tahun ini, seiring rebound harga kokas ke US$ 180 per ton, namun rata-rata harga jual batu bara perseroan tahun ini diperkirakan masih di bawah ekspektasi US$ 176 per ton,” tulis komentar pasar tersebut.
ADRO membukukan pendapatan senilai US$ 858 juta pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 1,05 miliar. Laba inti juga turun drastic dari semula US$ 761 juta menjadi US$ 199 juta. Sebaliknya volume produksi batu bara meningkat pesat menjadi 3,5 juta ton, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya 3 juta ton.

