Siapkan Dana Rp 2 Triliun, United Tractors (UNTR) akan Buy Back Saham
JAKARTA, investortrust.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) akan melaksanakan aksi pembelian kembali (buy back) saham dengan nilai maksimum mencapai Rp 2 triliun. Program buy back dilakukan dengan batas pembelian tidak melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor, serta tetap menjaga porsi saham free float minimal 7,5% sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam pengumuman resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/10/2025), manajemen UNTR menegaskan bahwa aksi buyback ini tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap kinerja keuangan maupun operasional perseroan. Seluruh pendanaan berasal dari dana internal perusahaan tanpa menggunakan pinjaman eksternal atau hasil penawaran umum. Program buy back berlangsung mulai 31 Oktober 2025 hingga 30 Januari 2026.
Baca Juga
UNTR Lanjutkan Diversifikasi Sektor Mineral, Buka Peluang Akuisisi di Australia
Perseroan menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham UNTR di pasar. Pelaksanaan buy back mengacu pada POJK No. 13/2023 dengan batas pembelian maksimal 20% dari modal ditempatkan dan disetor.
Sebelumnya, UNTR telah menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 2,06 triliun atau setara Rp 567 per saham, yang dibayarkan pada 24 Oktober 2025. PT Astra International Tbk (ASII) sebagai pengendali dengan kepemilikan 59,5% atau 2,21 miliar saham UNTR memperoleh dividen sebesar Rp 1,25 triliun.
Baca Juga
Manajemen Ungkap Begini Potensi Kinerja United Tractors (UNTR) Semester II-2025
Di sisi lain, United Tractors terus memperkuat diversifikasi bisnis di sektor mineral usai rencana akuisisi PT Arafura Surya Alam (ASA) dan membuka peluang ekspansi hingga Australia. Investor Relations UNTR, Ari Setiyawan, menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang perseroan untuk menyeimbangkan portofolio antara bisnis batu bara dan non-batu bara serta memperkuat ekspansi global.

