UNTR Lanjutkan Diversifikasi Sektor Mineral, Buka Peluang Akuisisi di Australia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT United Tractors Tbk (UNTR) terus memperkuat diversifikasi bisnis di sektor mineral usai mengumumkan rencana akuisisi PT Arafura Surya Alam (ASA). Perseroan juga membuka peluang akuisisi tambang mineral hingga Australia.
Investor Relations UNTR Ari Setiyawan menegaskan langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan untuk menyeimbangkan portofolio antara bisnis batu bara dan non-batu bara, sekaligus membuka peluang ekspansi ke luar negeri, termasuk Australia.
Baca Juga
Manajemen Ungkap Begini Potensi Kinerja United Tractors (UNTR) Semester II-2025
“Kita punya aspirasi 2030 untuk menyeimbangkan portofolio antara coal dan non-coal. Ada beberapa proyek yang sedang dikaji, dan tidak menutup kemungkinan kita mencari potensi di luar Indonesia. Salah satu fokus area yang cukup potensial adalah di Australia,” ujar Ari dalam acara workshop wartawan United Tractors Group di Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Selain itu, Ari menjelaskan, tambang ASA yang berada di bawah J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB) saat ini memang belum beroperasi penuh. Namun, UNTR menilai aset tersebut memiliki prospek besar untuk dikembangkan. “Harapannya setelah diakuisisi, kita bangun atau redesign infrastrukturnya, kemudian membangun processing plant, sehingga bisa produksi emas dan menambah portofolio bisnis emas perseroan,” ucapnya.
UNTR kini memiliki dua tambang emas aktif. Pertama, PT Agincourt Resources (Tambang Martabe) dengan kapasitas sekitar 220–230 ribu ons per tahun. Kedua, PT Sumbawa Juta Raya (SJR) yang diperkirakan memproduksi sekitar 18 ribu ons pada 2025 dengan target optimal mencapai 35-40 ribu ons per tahun dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Akuisi Tambang Emas dari PSAB Bernilai US$ 540 Juta
Adapun ASA menguasai blok tambang yang disebut Doap dengan potensi produksi 140–155 ribu ons emas per tahun setelah dikembangkan. “Kalau ini berjalan, maka kontribusi dari sektor emas akan semakin besar dalam struktur bisnis UNTR,” tambah Ari.
Sebagaimana diketahui, UNTR melalui anak usahanya PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) pada 12 September 2025 telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat dengan PT J Resources Nusantara (JRN) untuk mengakuisisi 99,99996% saham ASA.
Di hari yang sama, anak usaha lainnya, PT Energia Prima Nusantara (EPN), juga meneken perjanjian dengan Jimmy Budiarto untuk membeli 0,00004% saham ASA dan 0,2% saham PT Mulia Bumi Persada (MBP). Nilai transaksi mencapai US$ 540 juta atau setara Rp 8,8 triliun.

