Martabe Diprediksi Kembali Beroperasi Semester II-2026, Saham United Tractors (UNTR) Direvisi Naik Jadi ‘Buy’
JAKARTA, investortrust.id – Sucor Sekuritas merevisi naik rekomendasi saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dari hold menjadi buy dengan target harga Rp 33.300 per saham. Revisi naik tersebut didukung peluang kembalinya tambang emas Martabe ke dalam portofolio perseroan.
Analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin, menyebutkan bahwa keputusan terkaittambang Martabe diprediksi terbit dalam 1–2 bulan ke depan. Sedangkan masa persiapan restart sekitar 1–2 bulan. “Dengan asumsi tersebut, operasi Martabe diperkirakan kembali berjalan pada paruh kedua 2026 dengan kontribusi awal sekitar 60 ribu ons emas (koz),” tulisnya.
Baca Juga
Target Harga Saham United Tractors (UNTR) Direvisi Naik Jadi Rp 33.000, Ditopang Arus Kas Kuat
Penambangan emas perseroan, terang dia, juga mendapatkan dukungan positif dari akuisisi proyek Doup, UNTR menargetkan produksi emas mulai awal 2029 dengan kapasitas sekitar 150 koz per tahun. Produksi ini hampir menggandakan produksi emas saat ini dari Martabe dan SJR secara gabungan.
Meski diprediksi mendapatkan sentimen positif dari tambang Martabe, perseroan akan menghadapi tantangan jangka pendek dari rencana pemerintah untuk menurunkan produksi batu bara. Kebijakan ini diperkirakan berdampak pada penurunan volume overburden (OB) anak usahanya kontraktor pertambangan batubara Pamapersada sekitar 13% secara tahunan (yoy), penjualan batu bara turun 19% yoy, serta penjualan Komatsu turun 7% pada 2026.
Penurunan penambangan batu bara berpotensi menekan laba bersih sekitar 4,6%. Sementara itu, penurunan penjualan batu bara 10% berpotensi mengurangi laba sekitar 1,4%, dan penurunan penjualan Komatsu 10% berdampak sekitar 1% terhadap laba bersih perseroan. Meski demikian, potensi kenaikan harga batu bara akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat membantu meredam tekanan tersebut.
Terkait kinerja keuangan, Sucor Sekuritas memperkirakan, laba bersih UNTR mencapai Rp 12,7 triliun tahun ini atau turun 17% secara tahunan. Penurunan ini terutama akibat oleh pelemahan penjualan emas sekitar 67% yoy, mengingat kontribusi Martabe baru akan mulai terbatas pada 2H26.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Cetak Laba Tahun Berjalan Rp 15,17 Triliun di 2025
Namun, dia mengatakan, kinerja UNTR diperkirakan pulih kuat tahun berikutnya. Laba tahun 2026 diprediksi meningkat menjadi Rp 16,5 triliun atau naik 30% yoy, didorong oleh operasi Martabe yang telah berjalan penuh dengan eskpektasi penjualan emas mencapai 165 koz atau naik sekitar 120% yoy. “Dengan demikian, pelemahan kinerja pada 2026 dinilai bersifat sementara dan lebih dipengaruhi faktor waktu dibandingkan penurunan fundamental bisnis,” tulisnya.
Adapun sentimen positif lainnya saham UNTR datang dari dari signal manajemen untuk mengakuisisi aset batu bara kokas di Australia. Komoditas ini dinilai strategis karena perannya yang penting dalam industri baja dan minimnya alternatif pengganti. Langkah tersebut akan melengkapi eksposur UNTR pada batu bara kokas melalui SMM di Kalimantan Tengah.

