BRI MI: Reksa Dana Pendapatan Tetap Masih Jadi Pilihan Utama Investor
JAKARTA, investortrust.id – PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI) menyebut tren investasi masyarakat saat ini masih didominasi instrumen yang stabil, khususnya reksa dana pendapatan tetap. Kondisi ekonomi dan volatilitas pasar membuat investor cenderung mencari instrumen dengan risiko rendah sebelum beralih ke aset berbasis saham.
Direktur Utama BRI MI Tina Melina mengatakan bahwa sebagian investor mulai menunjukkan minat untuk masuk ke reksa dana dengan underlying saham, seiring meningkatnya kepercayaan terhadap kondisi makro ekonomi.
Baca Juga
Pasar Saham Menggeliat, Kinerja Reksa Dana Indeks BRI-MI Terbang
“Kalau untuk reksa dana saat ini terlihat trennya masih banyak portofolio investor itu di instrumen yang relatif stabil, tapi sudah mau bergerak ke yang ada underlying-nya saham,” ujar Tina dalam Podcast Konvergensi di Kantor Investortrust, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Tina menjelaskan, reksa dana pendapatan tetap masih memiliki porsi terbesar dalam industri karena mampu memberikan kestabilan dan rasa aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Sementara itu, reksa dana pasar uang juga tetap diminati, terutama oleh investor pemula yang membutuhkan likuiditas dan tingkat risiko rendah melalui instrumen seperti deposito dan obligasi jangka pendek.
Tahun ini, ia menambahkan, menjadi momentum pemulihan industri reksa dana setelah dua tahun terakhir bergerak stagnan. Pertumbuhan asset under management (AUM) telah mencapai lebih dari 5% secara tahunan, dengan peningkatan year-to-date mendekati 7,8%.
Baca Juga
Dana Kelolaan Produk Reksa Dana Pasar Uang Syariah BRI-MI Tembus Rp 1 Triliun
Tina menilai, pertumbuhan tersebut turut didorong meningkatnya partisipasi investor ritel. Menurutnya, reksa dana kini tidak lagi dipersepsikan sebagai produk investasi eksklusif. “Saat ini saya rasa reksa dana bukan hanya sebagai pilihan investasinya orang kaya, tapi sudah menjadi pilihan ritel investor. Mereka mulai kenal, mempelajari, dan menjadikannya sebagai portofolio,” ujarnya.
Selain itu, perluasan kanal distribusi turut mempercepat pertumbuhan industri. Pembelian reksa dana kini semakin mudah melalui platform digital seperti fintech dan sekuritas, tidak hanya melalui bank. “Perluasan channel ini membantu pertumbuhan industri yang tercermin dari peningkatan AUM-nya,” kata Tina.

