Kinerja Reksa Dana Turun, Bagaimana Prospek Reksa Dana Pendapatan Tetap?
JAKARTA, investortrust.id - Data KSEI menggambarkan nilai asset under management (AUM) reksa dana yang tercatat hingga Mei 2024 mengalami penurunan 0,64% secara year to date walaupun jumlah investor reksa dana mengalami peningkatan.
Kendati demikian, CEO Pinnacle Persada Investama atau Pinnacle Investment, Guntur Putra membeberkan bahwa reksa dana masih berpotensi untuk pulih dalam waktu dekat. Hal ini bergantung pada kondisi perekonomian dan geopolitik secara global maupun domestik.
“Karena underlying instrument di reksadana sangat tergantung pada faktor- faktor tersebut. Perbaikan kondisi pasar dan kepercayaan investor tentunya memiliki peranan penting juga untuk pertumbuhan kinerja reksa dana,” jelas Guntur pada investortrust.id, Rabu (10/7/2024).
Baca Juga
AUM Reksa Dana Turun, MI: Sebagian Investor Switching ke Instrumen Lain
Guntur menjelaskan, reksa dana pendapatan tetap masih memiliki daya tarik sebagai investasi yang stabil di tengah volatilitas pasar yang tinggi saat ini. “Investor seringkali mencari instrumen dengan pendapatan yang konsisten dan risiko yang terkendali,” tuturnya.
Oleh sebab itu, untuk menghadapi volatilitas pasar, strategi manajemen risiko yang bisa dilakukan oleh investor adalah melakukan diversifikasi portofolio, melakukan pengelolaan likuiditas yang baik, serta terus memantau pergerakan pasar.
Mengenai target return dari pendapatan tetap, Guntur mengatakan akan bergantung dari underlying obligasi yang dimiliki portofolio pendapatan tetap tersebut. Namun, secara umum, pergerakan interest rate dan credit rating dari masing-masing issuers akan menjadi faktor utama.
Baca Juga
Tren Pelemahan IHSG, Sinarmas AM Optimistis Reksa Dana Saham Punya Prospek Cerah
Selain itu, sentimen penurunan suku bunga acuan juga dapat berdampak positif bagi reksa dana pendapatan tetap karena bunga yang lebih rendah cenderung mendukung performa instrumen investasi yang berbasis pendapatan tetap.
“Ini dapat meningkatkan nilai obligasi dan instrumen utang lainnya yang dimiliki oleh reksa dana pendapatan tetap,” pungkasnya.
Sebagai catatan, menurut data KSEI, AUM reksa dana terus mengalami pelemahan. Pada tahun 2022, AUM yang tercatat adalah sebesar Rp 797,31 triliun. Sedangkan pada tahun 2023 AUM reksa dana yang tercatat senilai Rp 793,78 triliun dan terus menurun hingga Rp 788,69 triliun pada Mei 2024. Kendati demikian, jumlah investor reksa dana terus mengalami peningkatan, yaitu sebesar 12.172.518 investor pada Mei 2024 dibandingkan tahun 2023 sebesar 11.416.711 investor.

