Ditopang Faktor Ini, Laba Atribusi Petrosea (PTRO) Melesat 142% hingga Kuartal III-2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, berhasil membukukan lompatan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 142% menjadi US$ 6,93 juta hingga September 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 2,86 juta.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/10/2025), menyebutkan bahwa kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan menjadi US$ 603,84 juta dari US$ 509,91 juta pada sembilan bulan pertama 2024. Kenaikan pendapatan tersebut turut mendorong laba kotor tumbuh menjadi US$ 73,758 juta, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya US$ 71,873 juta.
Baca Juga
Tuntaskan Akuisisi HBS dan Hafar, Petrosea (PTRO) Optimistis EBITDA Terdongkrak hingga 21%
Setelah dikurangi beban penjualan, administrasi, keuangan, dan pajak, laba bersih periode berjalan tercatat sebesar US$ 8,19 juta, melesat dari US$ 3,14 juta pada periode yang sama tahun lalu. Sementara laba sebelum pajak juga tumbuh menjadi US$ 11,47 juta, naik dari US$ 4,71 juta. Adapun laba per saham dasar meningkat menjadi US$ 0,0007 dibandingkan US$ 0,00029 pada sembilan bulan pertama 2024.
Terkait pergerakan harga saham, PTRO berhasil membukukan kenaikan harga lebih dari 173% menjadi Rp 7.500 sepanjang year to date (ytd). Sedangkan kenaikan harga dalam sebulan terakhir lebih dari 38%.
Sebelumnya, Petrosea (PTRO), anak usaha PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang dikendalikan Prajogo Pangestu, memperluas ekspansi bisnisnya di luar negeri dengan raihan kontrak penambangan senilai Rp 432 miliar. Emiten jasa pertambangan dan rekayasa terintegrasi ini resmi menandatangani Limited Notice to Proceed atau perjanjian pelaksanaan awal dengan Reko Diq Mining Company (Private) Limited, perusahaan pertambangan yang berbasis di Karachi, Pakistan.
Baca Juga
Net Buy Berlanjut, Investor Asing kembali Borong BBCA hingga ASII
Petrosea (PTRO) bersama anak usahanya Petrosea Solutions Pakistan (Private) Limited akan memberikan layanan EPC (Engineering, Procurement & Construction) untuk proyek pertambangan emas dan tembaga Reko Diq yang dikenal sebagai salah satu tambang terbesar di dunia.
Nilai kontrak awal proyek ini diperkirakan mencapai US$ 26,2 juta atau sekitar Rp432 miliar dengan masa penyelesaian sekitar 10 bulan. Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan fondasi beton untuk fasilitas dry plant dan wet plant, serta infrastruktur nonproses termasuk pekerjaan tanah (earthworks) secara detail.
Presiden Direktur Petrosea Michael menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam ekspansi global dan diversifikasi bisnis perseroan. “Penandatanganan perjanjian ini merepresentasikan ekspansi bisnis dan pengembangan usaha lini jasa EPC, sekaligus memperluas basis klien Petrosea ke luar Indonesia guna memastikan pertumbuhan yang terdiversifikasi dan berkelanjutan,” ujar Michael dalam penjelasan resminya.

