Ditopang Keuntungan Ini, Bakrie & Brothers (BNBR) Cetak Lompatan Laba Atribusi 416,17% hingga Kuartal III
JAKARTA, investortrust.id – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan lompatan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 416,17% dari Rp 123,12 miliar menjadi Rp 636,49 miliar hingga September 2024.
Manajemen BNBR dalam rilis kinerja keuangan hingga September 2024 di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut ditopang sejumlah factor. Di antaranya, perolehan keuntungan atas pelepasa saham bersih Rp 473,75 miliar, kenaikan keuntungan atas penjualan aset tetap menjadi Rp 46,97 miliar, peningkatan keuntungan selisih kurs menjadi Rp 26,05 miliar, dan didukung atas penurunan drastic beban bunga dan keuangan dari Rp 120,10 miliar menjadi Rp 73,03 miliar.
Baca Juga
Pertumbuhan tersebut menjadikan total laba sebelum manfaat pajak penghasilan melesat dari Rp 192,41 miliar menjadi Rp 893,71 miliar. Sedangkan laba bersih melesat dari Rp 134,28 miliar menjadi Rp 649,22 miliar.
Sebaliknya pendapatan bersih BNBR turun dari Rp 3,07 triliun hingga kuartal III-2023 menjadi Rp 2,72 triliun sampai September 2024. Penurunan beban pokok pendapatan lebih besar, sehingga laba kotor perseroan bisa naik dari Rp 613,90 miliar menjadi Rp 655,66 miliar.
Bakrie & Brothers (BNBR) sebelumnya telah mengumumkan rencana mengelar penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) untuk mengonversi utang senilai Rp 855 miliar menjadi saham. Utang yang dikoversi milik Eurora Capital Invesment Inc dan Silvery Moon Investment Ltd (SMIL).
Berdasarkan data perseroan memiliki total utang jangka panjang senilai US$ 50 juta atau setara dengan Rp 770,80 miliar kepada Eurora dan utang jangka pendek senilai Rp 465,11 miliar kepada SMIL. Utang tersebut Eurora akan dikonversi sebanyak 11,71 miliar saham BNBR dan utang SMIL dikoversi senilai Rp 105 miliar dengan saham baru sebanyak 1,64 miliar BNBR.
Baca Juga
Lepas 10,63% Saham VKTR, Bakrie & Brothers (BNBR) Kantongi Rp 465 Miliar
Kedua kreditur perseroan telah menyetujui penyelesaian sebagian utang melalui konversi utang menjadi saham dengan harga pelaksanaan Rp 64 per saham. Dengan demikian, perseroan akan menerbitkan saham baru sebanyak 7,70% dari modal ditempat dan disetor penuh perseroan.
“Dengan transaksi konversi utang menjadi saham-saham baru melalui mekanisme PMTHMETD, posisi keuangan perseroan membaik, rasio utang lebih sehat, beban keuangan berkurang, dan arus kas lebih kuat ke depan,” tulis manajemen.
Grafik Saham BNBR

