Tuntaskan Akuisisi HBS dan Hafar, Petrosea (PTRO) Optimistis EBITDA Terdongkrak hingga 21%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrosea Tbk (PTRO) optimistis aksi korporasi akuisisi HBS dan Hafar Group akan memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan dalam dua tahun ke depan.
Direktur PTRO Rudy Santoso dalam paparan publik daring, Senin (6/10/2025), mengungkapkan bahwa terbuka potensi peningkatan pendapatan dan profitabilitas dari hasil konsolidasi dua entitas tersebut. “Pasca akuisisi HBS dan Hafar Group, kami melihat potensi peningkatan pendapatan sekitar 7–13% serta EBITDA sebesar 10–21% pada 2024–2026. EBITDA margin diproyeksikan meningkat menjadi 22% pada 2026,” ujar Rudy.
Baca Juga
Pantas Sahamnya Terbang, Petrosea (PTRO) Ternyata Mau Akuisisi Perusahaan Asal Singapura Ini
Ia menambahkan, margin EBITDA akan didukung oleh kinerja HBS dan Hafar yang memiliki tingkat margin tinggi, yakni di kisaran 30–34% pada 2026.
Sebagai informasi, PT Petrosea Tbk (PTRO) bersama PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) telah menyelesaikan akuisisi 100% saham Grup Hafar, perusahaan nasional di bidang engineering, procurement, construction & installation (EPCI) dan layanan pelayaran pendukung industri minyak dan gas bumi lepas pantai.
Dalam transaksi tersebut, Petrosea melalui PT Petrosea Engineering Procurement Construction menguasai 51% saham, sedangkan Rukun Raharja memiliki 49%.
Baca Juga
Grup Hafar, melalui entitas usahanya PT Hafar Daya Konstruksi (HDK), berpengalaman lebih dari 18 tahun di industri migas lepas pantai dengan layanan meliputi offshore pipelaying, subsea segment pipe replacement, PLEM installation, calm buoy (SPM) installation, platform riser repair, serta pre-trenching dan post-trenching.
Langkah ekspansi ini sejalan dengan rencana Petrosea memperluas bisnis ke sektor chemical processing dan onshore oil & gas. Pada 19 September 2025, Petrosea menandatangani non-binding term sheet untuk mengakuisisi mayoritas saham Scan-Bilt Pte. Ltd. (SBPL), perusahaan asal Singapura di bidang plant civil engineering construction dan maintenance industri kimia serta energi.
Baca Juga
Saham Publik Naik hingga Genjot Kapasitas Panas Bumi, Barito Renenewables (BREN) Siap Masuk MSCI?
“Petrosea akan mengembangkan SBPL sebagai business hub ekspansi bisnis ke kawasan Asia Pasifik, mencakup Singapura, Papua Nugini, dan Indonesia,” kata Presiden Direktur PTRO, Michael.
Petrosea menegaskan, aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat portofolio di sektor non-batubara. Melalui HBS dan Hafar, Petrosea kini memperluas cakupan bisnis ke pertambangan emas dan mineral, serta layanan EPCI lepas pantai yang memiliki prospek pertumbuhan berkelanjutan.

