Saham Konglomerasi Berguguran, IHSG Akhir Pekan Anjlok 2,57% ke Bawah 8.000
JAKARTA, investortrust.id— Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/10/2025), ditutup anjlok dengan pelemahan sebanyak 209 poin (2,57%) ke 7.915 atau level terendah baru sejak 12 September. Rentang pergerakan 7.854-8.140 dengan nilai transaksi Rp 23,39 triliun.
Penuruan dipicu atas kejatuhan seluruh saham emiten konglomerasi, seperti saham emiten Prajogo Pangestu, saham emten Haji Isam, emiten portofolio Happy Hapsoro, emiten Lippo Group, dan saham-saham emiten BUMN. Penurunan indeks tersebut sejalan dengan koreksi mayoritas indeks saham regional.
Baca Juga
Faktor Ini Menjadi Pemicu IHSG Turun Signifikan 3,3% ke 7.854 Hari Ini
Kejatuhan tersebut dipicu atas penurunan seluruh sektor saham, seperti sektor teknologi anjlok 5,25%, sektor energi 5,02%, transportasi 4,18%, sektor infrastruktur 3,41%, sektor konsumer primer 2,61%, sektor material dasar 2,36%, sektor konsumer non primer 2,27%, sektor konsumer primer 2,61%, sektor industry 2,42%, dan sektor keuangan 0,89%.
Meski IHSG anjlok parah, saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham BLUE naik 24,64% menjadi Rp 1.315, KONI naik 18,75% menjadi Rp 2.470, SOSS naik 16,82% menjadi Rp 1.250, GOLD naik 16,78% menjadi Rp 16,78, dan PSAB naik 15,45% menjadi Rp 710.
Kemarin, IHSG ditutu melesat 73,58 poin (0,91%) menjadi 8.124, meski demikian pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 620,90 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA Rp 248,29 miliar, RAJA Rp 167,29 miliar, dan CDIA Rp 132,54 miliar.
Baca Juga
Danantara Fokuskan 80% Investasi di Dalam Negeri, Pasar Modal Berperan Penting
Kenaikan tersebut ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer primer 1,94%, sektor material dasar 1,20%, sektor konsumer non primer 1,45%, sektor industry 1,03%, sektor kesehatan 3,25%, sektor property 1,48%, sektor transportasi 2,10%, dan sektor energi 0,72%. Pelemahan hanya melanda saham sektor teknologi 1,17% dan infrastruktur 0,16%.
Di tengah kenaikan pesat tersebut, sejumlah saham catatkan kenaikan pesat hingga auto reject atas (ARA), seperti saham KICI melesat 34,34% menjadi Rp 266, TRUK naik 25% menjadi Rp 300, CBRE naik 24,81% menjadi Rp 1.660, MBTO menguat sebanyak 24,63% menjadi Rp 334, PURI naik 24,55% menjadi Rp 274, COCO naik 24,39% menjadi Rp 306, NIKL naik 24,55% menjadi Rp 416, BLUE naik 24,85% menjadi Rp 1.055, dan GZCO menguat 24,68% menjadi Rp 394.

