Faktor Ini Menjadi Pemicu IHSG Turun Signifikan 3,3% ke 7.854 Hari Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (17/10/2025) terjun 270 poin atau 3,3% ke level 7.854. Koreksi tajam ini menandai tekanan signifikan setelah reli panjang yang sempat membawa indeks menembus level psikologis 8.200.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana, atau akrab disapa Didit, menilai penurunan IHSG kali ini menegaskan sinyal awal tren pelemahan jangka menengah.
Baca Juga
Danantara Fokuskan 80% Investasi di Dalam Negeri, Pasar Modal Berperan Penting
“Seperti yang kami sampaikan pada report teknikal selama beberapa hari ini, posisi pergerakan IHSG diperkirakan sedang berada di awal fase downtrend, sehingga masih terdapat kemungkinan IHSG lanjutkan koreksi,” ujar Didit kepada investortrust.id, Jumat (17/10/2025).
Ia menambahkan, tekanan jual terutama datang dari saham-saham konglomerasi. “Kami mencermati bahwa dari emiten-emiten konglomerasi membebani laju IHSG. Hal ini cukup wajar, mengingat kenaikannya sebelumnya cukup signifikan dan mendorong IHSG hingga 8.200-an,” jelasnya.
Senada, Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa menilai tekanan jual besar pada saham unggulan menjadi pemicu utama pelemahan indeks. “IHSG kembali tertekan akibat kombinasi tekanan aksi jual saham konglomerasi dan saham-saham besar seperti BBCA, BBRI, TLKM, dan ASII, sehingga IHSG semakin kehilangan tumpuan,” kata Reydi saat dihubungi investortrust.id, Jumat (17/10/2025).
Baca Juga
Meski demikian, Reydi menilai koreksi ini masih tergolong sehat dalam konteks pergerakan jangka menengah. “Koreksi ini masih tergolong wajar. Pasar sedang menyesuaikan diri setelah reli panjang, dan justru memberi peluang bagi investor untuk beralih ke saham dengan fundamental yang solid,” ujarnya.
Menurut Reydi, momentum kenaikan belum sepenuhnya berakhir. “IHSG memang kehilangan momentum jangka pendek, tapi jika aliran dana asing kembali masuk dan tekanan di saham konglomerasi mereda, peluang technical rebound masih terbuka,” tutupnya.

