Sejam Transaksi, IHSG kembali Jatuh ke Bawah 8.000 Terseret Saham Konglomerasi
JAKARTA, investortrust.id— Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/10/2025), turun dalam lebih dari 130 poin hingga terjun di bawah level 8.000 hanya satu jam setelah pasar dibuka. Rentang pergerakan 7.989-8.140 dengan nilai transaksi Rp 8,26 triliun.
Penurunan dipicu atas pelemahan saham konglomerasi dengan kapitalisasi (market cap) besar, seperti saham emtien Prajogo Pangestu, saham emiten Haji Isam, saham portofolio Happy Hapsoro, saham emiten Lippo Group, dan penurunan saham-saham bank besar.
Baca Juga
Harga Emas Tembus US$ 4.300 per Ons di Tengah Ketegangan AS–Tiongkok
Hingga puku 10.00 WIB, saham sektor teknologi jatuh lebih dari 3,7%. Begitu juga Degnan saham infrastruktur, energi, dan konsumer non primer anjlok lebih dari 2%. Sisanya saham konsumer primer, industry, dan kesehatan terjun lebih dari 1%.
Meski demikian sejumlah saham masih berhasil catatka kenaikan harga mengesankan, seperti saham SCNP melesat hingga ARA dengan kenaikan 34,52% menjadi Rp 226 dan BLUE naik 24,64% menjadi Rp 1.315. Saham emiten emas, seperti ARCI, HRTA, EMAS, PSAB, dan INDY masih berhasil bertahan di zona hijau.
Adapun pada perdagangan awal pagi ini, IHSG dibuka menguat tipis 7,99 poin (0,10%) menjadi 8.132. Penguatan tersebut berbanding terbalik dengan indek saham regional yang bergerak di zona merah pagi ini. Kenaikan indeks ditopang penguatan saham sektor material dasar, energi, keuangan, teknologi, dan infrastruktur. Di tengah penguatan tersebut, saham BLUE cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA) 24,64% menjadi Rp 1.315, PORT menguat 22,70% menjadi Rp 2.000, dan GTSI melesat 19,79% menjadi Rp 115.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutu melesat 73,58 poin (0,91%) menjadi 8.124, meski demikian pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 620,90 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA Rp 248,29 miliar, RAJA Rp 167,29 miliar, dan CDIA Rp 132,54 miliar.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer primer 1,94%, sektor material dasar 1,20%, sektor konsumer non primer 1,45%, sektor industry 1,03%, sektor kesehatan 3,25%, sektor property 1,48%, sektor transportasi 2,10%, dan sektor energi 0,72%. Pelemahan hanya melanda saham sektor teknologi 1,17% dan infrastruktur 0,16%.

