IHSG Akhir Pekan Cetak Rekor 8.257, Banyak Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/10/2025), ditutup melesat cetak rekor tertinggi baru (all time high/ATH) dengan kenaikan sebanyak 6,92 poin (0,08%) menjadi 8.257. Rentang pergerakan 8.194-8.279 dengan nilai transaksi Rp 21,67 triliun.
Penguatan indeks ditopang sejumlah sektor saham berikut, seperti sektor energi naik 1,63%, sektor material dasar menguat 1,64%, sektor infrastruktur 2,18%, sektor property 1,31%, sektor transportasi 3,04%, dan sektor industry 0,48%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan 1,26% akibat penurunan saham big bank dan sektor konsumer primer 0,28%.
Baca Juga
Lanjutkan Eksplorasi Kuartal III-2025, Merdeka Gold (EMAS) Belanjakan Dana Segini Rp 9,84 Miliar
Meski IHSG naik tipis, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham AYLS naik 34,97% menjadi Rp 220, NTBK melesat sebanyak 34,55% menjadi Rp 148, ASPI naik sebanyak 25% menjadi Rp 725, GULA naik 25% menjadi RP 440, COCO naik 24,83% menjadi Rp 362, HOMI menguat 24,82% menjadi Rp 352, SMDM naik 24,84% menjadi Rp 1.005, dan FUJI naik 25% menjadi Rp 950.
ARA juga melanda saham NEST sebanyak 24,82% menjadi Rp 352, TRIN naik 24,75% menjadi Rp 252, TRUK melesat 24,50% menjadi Rp 376, dan DATA naik 24,71% menjadi Rp 5.300. Meski tak ARA, saham ini catatkan penguatan pesat, seperti saham MOLI naik 20,92% menjadi Rp 358, WIFI naik 20,55% menjadi Rp 3.930, PPRI menguat 18,60% menjadi Rp 510, dan MBTO naik 16,78% menjadi Rp 167.
Kemarin, IHSG ditutup melambung sebanyak sebanyak 84,91 poin (1,04%) ke level tertinggi baru atau all time high/ATH 8.250. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1 triliun disumbangkan PANI Rp 2,49 triliun, CUAN Rp 118,86 miliar, dan TINS Rp 100,29 miliar.
Baca Juga
Menkeu Purbaya Desak BEI dan OJK Tindak Tegas Penggoreng Saham demi Lindungi Investor Muda
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, dan BRIS. Sedangkan sektor saham penopang utama saham sektor konsumer primer 1,63%, sektor konsumer non primer 1,51%, sektor keuangan 1,14%, sektor transportasi 3,14%, sektor infrastruktur 0,95%, sektor kesehatan 0,99%. Sebaliknya penurunan dalam melanda saham sektor teknologi dan energi.
Beberapa saham cetak auto reject atas (ARA), yaitu saham ERTX naik 34,48% menjadi Rp 195, FOLK menguat 34,19% menjadi Rp 208, COCO naik 25% menjadi Rp 290, CITA menguat 25% menjadi Rp 5.325, KJEN naik 25% menjadi Rp 290, dan EDGE naik 25% menjadi Rp 5.425. Saham JSPT sebanyak 24,84% menjadi Rp 3.820, MORA naik 24,79% menjadi Rp 730, TFAS naik 24,52% menjadi Rp 386, FUJI naik 24,59% menjadi Rp 760, dan ASPI naik 24,46% menjadi Rp 580.

