Waspada! IHSG Anjlok ke Bawah 6.900 hingga Saham Top 10 Market Cap Berguguran
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang penutupan sesi I atau hingga pukul 11.35 WIB telah anjlok sebanyak 131 poin (1,81%) menjadi 6.896, bahkan sempat sentuh 6.887. Padahal, awal sesi sempat dibuka menguat tpis.
Level 6.896 tersebut tercatat sebagai level terendah baru IHSG terhitung sejak 27 Juni 2024. Pelemahan ini berbanding terbalik dengan bursa saham dunia yang dilanda rebound, seperti Wall Street, Nikkei, Hang Seng, dan Strait Times Singapura. Begitu juga dengan bursa saham Eropa ditutup menguat semalam.
Baca Juga
Meski Harga Terpangkas 16% Sepekan, Sekuritas Ini Sebut Saham Bank Mandiri (BMRI) masih Menarik!
Penurunan indeks kali ini dipicu atas pelemahan mayorita sektor saham, seperti sektor material dasar, sektor energi, sektor industry, sektor keuangan, sektor property, sektor infrastruktur, dan sektor transportasi. Sebaliknya saham sektor consumer primer dan kesehatan masih naik tipis.
Kejatuhan tersebut juga dipicu penurunan dalam saham top 10 market cap BEI, yaitu BREN anjlok 1,13% menjadi Rp 8,750, BBCA melemah 1,64% menjadi Rp 8.975, TPIA amblas 5,51% menjadi Rp 8.150, BBRI turun 2,17% menjadi Rp 4.050, BYAN melemah 0,98% menjadi Rp 20,175.
Baca Juga
Harga Emas Antam Cetak Rekor Saat China Balas Tarif Impor Barang AS
Koreksi juga dicatatkan saham BMRI sebanyak 7,24% menjadi Rp 5.125, saham DSSA anjlok 2,08% menjadi Rp 47.100, TLKM turun sebanyak 1,91% menjadi Rp 2.570, PANI melorot 4% menjadi Rp 11.400, dan ASII melemah sebanyak 2,95% menjadi Rp 4.600. Sebaliknyan AMMN stagnan level Rp 7.250.
Sebaliknya tim riset BRI Danareksa Sekuritas pagi ini mewanti-wanti pemodal apabilan indeks turun ke bawah support 6.931. Hal ini bisa membuka koreksi lebih dalam indeks. Saat ini, tren indeks masih menunjukkan penurunan.

