IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83% ke Bawah 8.000, Saham Big Cap Berguguran Akibat Moody’s
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (6/2/2026), ditutup turun signifikan sebanyak 229 poin (2,83%) menjadi 7.874. Rentang pergerakan 7.861-8.103 dengan nilai transaksi Rp 10,26 triliun.
Kejatuhan indeks kali ini dipicu berita negatif dari Moody’s yang menurunkan outlook Indonesia dari stable menjadi negative, meski demikian peringkat utang masih tetap dipertahankan Baa2 atau investment grade. Penurunan dipicu atas kejatuhan saham-saham bip cap, khususnya saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu.
Baca Juga
Harga Kripto Rungkad Terdalam Sejak FTX 2022, Analis Sarankan Lakukan Hal Ini
Penurunan paling dalam melanda saham sektor consumer primer sebanyk 5,43%. Pelemahan signifikan juga melanda saham sektor industry dan material dasar lebih dari 4%. Penurunan lebih dari 3% melanda saham sektor energi, property, infrastruktur. Sektor saham lainnya melemah lebih dari 1%.
Meski ditutup melemah, sejumlah saham berikut masih catatkan kenaikan harga pesat, seperti saham-saham lapis tiga INAI melesat 27,68% menjadi Rp 226, KJEN menguat 27% menjadi Rp 183, NZIA menguat 22,83% menjadi Rp 226, LION naik 22,43% menjadi Rp 600, dan LRNA naik 15,69% menjadi Rp 238.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 42,84 poin (0,53%) menjadi 8.103. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham sebanyak Rp 469,74 miliar, terbanyak ANTM Rp 178,51 miliar, MDKA senilai Rp 114,40 miliar, BUMI mencapai Rp 108,59 miliar.
Baca Juga
Rupiah Terdepresiasi 44 Poin, Melemah ke Rp16.886 per Dolar AS
Penurunan ini dipengaruhi atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor industry 1,35%, sektor energi 1,20%, sektor teknologi 1,19%, sektor infrastruktur 1,23%, sektor consumer primer 0,99%, sektor property 0,84%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer non primer 0,79%.
Meski IHSG turun, saham berikut catatkan penguatan pesat, seperti saham CTTH menguat 34,48% menjadi Rp 117, NZIA menguat 34,31% menjadi Rp 184, KOCI naik 33,77% menjadi Rp 206, BUKK naik 25% menjadi Rp 1.650, LION naik 24,62% menjadi Rp 486, dan FITT menguat 24,30% menjadi Rp 665. Meski tak ARA, PPRE melesat 31,33% menjadi Rp 218.

