Begini Prospek Saham PANI dan CBDK di Tengah Potensi Pertumbuhan Laba Eksplosif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Pantai Indah Kapuk Tbk (PANI) dan PT Citra Bumi Daya Konstruksi Tbk (CBDK) tengah memasuki percepatan pertumbuhan kinerja keuangan didukung pengembangan bersamaan dengan kenaikan harga jual lahan, sehingga sahamnya layak direkomendasikan beli. Adapun, PANI akan mendapatkan manfaat paling besar di tengah rencana penambahan saham di CBDK melalui penerbitan saham baru atau rights issue.
Sucor Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta belum lama ini memperkirakan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih PANI sebanyak 61% menjadi Rp 6,8 triliun pada 2029. Sedangkan CAGR laba bersih CBDK diprediksi mencapai 48% menjadi Rp 6,6 triliun pada 2029. Pertumbuhan ini ditopang proyeksi rata-rata peningkatan penjualan pemasaran (marketing sales) sebanyak 24% untuk PANI dan 52% untuk CBDK. Hal ini diharapkan mendorong pendapatan hingga Rp 11,8 triliun dan Rp 11,6 triliun.
Baca Juga
Jelang Rights Issue, Saham PIK2 (PANI) Dilepas Pengendali Rp 2,50 Triliun
Analis Sucor Sekurirtas Cheryl Jennifer Wang dalam riset yang diterbitan di Jakarta, belum lama ini, menyebutkan bahwa proyek kota mandiri PIK2 yang dikembangkan perseroan digadang menjadi kawasan paling ikonik dan tumbuh tercepat di Indonesia. Kawasan ini siap menjadi gerbang utama Jakarta dan magnet baru bagi investasi properti serta pertumbuhan ekonomi.
Hal ini dapat dilihat dari sejumlah pengembangan property di PIK2, seperti NICE Convention Centre seluas 400.000 m² dan akan menjadi venue MICE terbesar di Indonesia dengan 11 aula dan kapasitas lebih dari 40.000 orang. Di kawasan ini juga akan hadir Hilton Jakarta PIK2 dengan 271 kamar premium. Kehadiran hotel ini diharapkan menyumbang pendapatan tambahan Rp 235 miliar pada 2027.
Selain NICE dan Hilton, dia mengatakan, kawasan ini disiapkan menjadi pusat gaya hidup terintegrasi dengan marina tepi laut yang dilengkapi taman hiburan internasional, bahkan terbuka peluang kehadiran sirkuit Formula 1. Kawasan ini juga didukung tempat ibadah ikonik dan kantor pusat bank besar, PIK2 akan tumbuh menjadi ekosistem bisnis dan hunian premium dengan proyeksi kenaikan harga tanah 5% per tahun.
Dari sisi lokasi, dia mengatakan, PIK2 menempati kawasan strategis di pesisir utara Jakarta dengan lahan 1.823 hektare milik PANI dan 694 hektare milik CBDK. Kawasan ini dilengkapi konektivitas langsung ke jalan tol utama. Konektivitas tahap pertama, yaitu Tol Kataraja dengan target pengoperasian Oktober 2025 disusul tahap kedua pengoperasian pada Juni 2026.
Baca Juga
Gelontorkan Dana Rp 16,12 Triliun, PIK2 (PANI) bakal Tambah Saham CBDK Jadi 90%
“Dengan sejumlah keuanggulan tersebut, Sucor Sekuritas memperkirakan PANI dan CBDK akan memasuki akselerasi pertumbuhan kinerja keuangan. Marketing sales PANI diperkirakan Rp 8,5 triliun dan Rp 11,3 triliun untuk 2026 dan 2027. Begitu juga dengan CBDK diproyeksikan cetak marketing sales Rp 5,3 triliun dan Rp 8,9 triliun untuk perioode sama,” tulisnya dalam riset tersebut.
Peningkatan penjualan didukung pertumbuhan permintaan property di kawasan tersebut bersamaan dengan ekspektasi kenaikan harga jual rata-rata (ASP) hingga Rp 42 juta/m². Margin laba kotor (GPM) PANI bakal terkerek dari 65% menjadi 70% yang berimbas terhadap pertumbuhan pesat laba bersih. Laba PANI diprediksi mencapai Rp 1,8 tahun 2026 dan diharapkan naik menjadi Rp 3,3 triliun pada 2027. Begitu juga dengan laba bersih CBDK diprediksi naik menjadi Rp 1,4 triliun pada 2026 dan menjadi 2,7 triliun pada 2027.
Sumber: Sucor Sekuritas
Tumbuh Eksplosif
Cheryl Jennifer Wang mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan PANI dan CBDK akan luar biasa dan makin cepat memasuki tahun 2029. Diprediksi CAGR laba bersih melonjak 61% per tahun menjadi Rp 6,8 triliun pada 2029. Sedangkan CAGR laba bersih CBDK bisa mencapai 48% menjadi Rp 6,6 triliun tahun 2029. “Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan penjualan pemasaran dengan CAAGR 24% untuk PANI dan 52% untuk CBDK,” tulisnya.
Terbukanya pertumbuhan eksponensial tersebut mendorong Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham PANI dengan target harga Rp 20.975 per saham atau 55%. Penguatan harga saham perseroan juga terbuka di tengah peluang aksi korporasi strategis lainnya, seperti akuisisi lahan baru atau kontribusi modal non-tunai (inbreng) hingga 1.000 hektare di sekitar wilayah proyek.
Baca Juga
JP Morgan: Properti, Konsumsi, dan Pertambangan Jadi Motor Ekonomi Indonesia
Begitu juga dengan saham CBDK direkomendasikan beli dengan target harga Rp 12.925 per saham atau sedikit di bawah RNAV Rp 14.200 per saham. Saat ini, saham CBDK masih terdiskon 57% terhadap nilai wajarnya, sehingga menarik untuk dikoleksi. “Dengan katalis kuat dari proyek PIK2, valuasi menarik, dan prospek pertumbuhan yang agresif, PANI dan CBDK berpotensi menjadi dua saham properti dengan momentum re-rating paling signifikan di pasar modal Indonesia,” tuturnya.
Saat ini, PANI tengah merancang penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) III atau rights issue sebanyak 1,21 miliar saham. Aksi tersebut akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar Kamis (9/10/2025). Mayoritas dana akan digunakan untuk membiayai akuisisi sebanyak 44,10% saham Bangun Kosambi (CBDK) senilai Rp 16,12 triliun. Akuisisi tersebut akan menjadikan total saham CBDK yang dikuasai PANI bertambah dari semula 45,9% menjadi 90% saham.
Sisanya digunakan untuk melakukan penyertaan atas saham baru yang akan dikeluarkan oleh entitas anak PANI yang lain, yaitu PT Cahaya Inti Sentosa, PT Karunia Utama Selaras, dan PT Panorama Eka Tunggal dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam masing-masing entitas anak Perseroan.
Grafik Saham PANI dan CBDK

