Laba Atribusi PANI Melesat 62,61% hingga Kuartal III-2025, Sedangkan CBDK Lebih Besar
JAKARTA, investortrust.id – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), emiten yang dikendalikan Salim Group dan Agung Sedaya Group, berhasil melipatgandakan laba periode berjalan 69,17% menjadi Rp 1,62 triliun hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 961,74 miliar. Begitu juga dengan laba atribusi melambung 62,61% dari Rp 486,60 miliar menjadi Rp 791,30 miliar.
Kenaikan tersebut berimbas terhadap lomaptan laba per saham dasar PANI dari semula Rp 30,30 menjadi Rp 46,86 per saham. Adapun kas dan setara kas akhir periode mengalami kenaikan pesat dari Rp 3,78 triliun menjadi Rp 4,59 triliun.
Baca Juga
Begini Prospek Saham PANI dan CBDK di Tengah Potensi Pertumbuhan Laba Eksplosif
Manajemen PANI dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin menyebutkan bahwa kenaikan laba ini sejalan dengan peningkatan pendapatan neto menjadi Rp 3,09 triliun hingga September 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,09 triliun. Kenaikan pendapatan ini turut mengerek laba bruto perseroan menjadi Rp 2,03 triliun, lebih tinggi dibandingkan Rp 1,19 triliun pada 2024.
Dari sisi efisiensi biaya, PANI mencatat beban penjualan sebesar Rp 72,03 miliar dan beban umum serta administrasi sebesar Rp 231,34 miliar. Meski beban operasional meningkat, margin kinerja tetap terjaga seiring peningkatan pendapatan dan laba bruto. Selain itu, PANI mencatat pendapatan keuangan sebesar Rp 113,61 miliar, meski beban keuangan naik menjadi Rp 42,68 miliar.
Sementara itu, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatat kinerja keuangan yang solid selama sembilan bulan pertama tahun 2025. CBDK membukukan lomaptan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 88,55% dari Rp 695,58 miliar menjadi Rp 1,31 triliun. Kenaikan tersebut berdampak terhadap peningkatan laba per saham dasar dari Rp 136,33 menjadi Rp 232,38 per saham.
Baca Juga
Bangun Kosambi (CBDK) Tetap Optimistis Marketing Sales Rp 2 Triliun di 2025, Ini Alasannya!
Peningkatan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan neto menjadi Rp 2,29 triliun pada periode Januari–September 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya mencapai Rp 1,58 triliun. Dari sisi profitabilitas, laba bruto CBDK tercatat Rp 1,59 triliun, lebih tinggi dari Rp 932,15 miliar pada 2024, mencerminkan perbaikan margin usaha.
Di sisi beban, perseroan mencatat beban umum dan administrasi sebesar Rp 126,9 miliar, meningkat dari Rp79,58 miliar tahun sebelumnya. Sementara beban penjualan tercatat stabil di kisaran Rp 34,7 miliar. Perseroan juga mencatat pendapatan keuangan sebesar Rp 93,97 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp 75,34 miliar pada 2024.
Setelah memperhitungkan seluruh beban termasuk pajak dan efek penyesuaian, laba sebelum pajak CBDK mencapai Rp 1,41 triliun, meningkat dari Rp 819,80 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Grafik Saham PANI dan CBDK

