Amman (AMMN) Masuki Fase Pertumbuhan Kinerja Eksplosif sampai 2028, Sahamnya Ditargetkan Level Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) bersiap memasuki fase pertumbuhan paling agresif dalam sejarah operasionalnya setelah tambang Batu Hijau fase 8 mulai digarap. Fase ini akan menjadi penopang utama pertumbuhan kinerja keuangan perseroan dalam lima tahun ke depan.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi beli saham AMMN dengan target harga Rp 11.000. Saat ini, saham AMMN ditransaksikan dengan PE sekitar 26,5–16,5 kali pada 2026–2027 atau dinilai masih murah, mengingat pemulihan produksi dan potensi lonjakan laba dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga
Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan mengatakan, AMMN diuntungkan oleh tiga faktor utama, yaitu fase produksi puncak yang bertepatan dengan tren bullish komoditas, posisi sebagai salah satu produsen tembaga-emas paling menguntungkan, serta potensi kenaikan harga saham hingga 75% dari nilai wajar. “Dengan estimasi PE 2027 di level 16,2 kali, saham AMMN saat ini jauh lebih murah dibanding rata-rata emiten emas global yang berada di 33,3 kali. Total return AMMN diprediksi bertumbuh CAGR sebanyak 27% dalam tiga tahun, dengan target valuasi pada 30 kali,” tulisnya dalam riset terbarunya.
Terkait pengembangan fase 8, Andreas mengatakan, bakal menjadi pengubah permainan. Fase ini diprediksi akan mendorong kenaikan signifikan produksi perseroan tahun 2026. Konsentrat diproyeksikan mencapai 900 ribu dmt (+109% yoy) dengan kandungan 485 juta lbs tembaga (+113% yoy) dan 579 ribu oz emas (+543% yoy).
Peningkatan ini didorong oleh kualitas bijih yang lebih tinggi pada fase tersebut, tambahan lini konsentrator, serta kenaikan utilisasi smelter tembaga baru yang mencatat produksi katode perdana pada awal 2025. Utilisasi smelter diperkirakan mencapai 80% pada 2026, sebelum mendekati kapasitas penuh pada 2027.
Baca Juga
Selain Batu Hijau, dia mengatakan, AMMN akan didukung proyek Elang sebagai pilar ekspansi jangka panjang. Terletak 54 km dari tambang eksisting, Elang merupakan salah satu sistem tembaga-emas terbesar di dunia dengan estimasi cadangan mencapai 25 miliar lbs tembaga dan 35,1 juta oz emas. Cadangan tersebut setara dengan potensi nilai penjualan US$ 270 miliar. Proyek ini dijadwalkan mulai commissioning pada 2031.
Terkait operasional tahun depan, dia mengatakan, AMMN diproyeksikan mencatat penjualan 388 juta lbs tembaga dan 463 ribu oz emas atau tertinggi di antara emiten tambang yang tercatat di BEI. Kenaikan tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan pendapatan dengan CAGR 21% pada 2024–2028 dan CAGR laba bersih sebanyak 27% dengan ROE diproyeksikan meningkat hingga 23% pada 2028. “Kinerja tersebut menempatkan AMMN sebagai salah satu produsen tembaga–emas paling menguntungkan secara global,” terangnya.

